PRIME TOPIC: Turunkan Harga Pangan

Beras4

DIALOG: Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menjadi pembicara dalam dialog di Surakarta.(foto: dewi sekar)

SURAKARTA – Kenaikan harga beras saat ini sedang menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah dituntut segera menurunkan harga mengingat memunculkan inflasi terlebih mendekati Ramadan dan Idulfitri.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Sri Marnyuni saat menjadi narasumber dalam dialog Prime Topic mengangkat tema “Turunkan Harga Pangan”, Rabu (6/3/2024) di Adhiwangsa Hotel & Convention Surakarta.

Menurutnya, permasalahan kenaikan harga beras karena antara suplai (stok) dan permintaan tidak seimbang. Dari pihak penyalur beras, info yang didapatkan sekarang ini stok tipis. Beras yang ada di pasaran pun jumlahnya tidak melimpah. Di sisi lain, mengingat beras termasuk kebutuhan pokok masyarakat menjadikan permintaan tinggi.   

“Antara stok dan permintaan tidak seimbang. Harga pun melonjak drastic. Sayangnya petani tidak menikmati kenaikan harga beras. Kita jangan cuma teori, maka harapan kami sepanjang waktu harus memanfaatkan sumber daya yang ada dan mestinya menggunakan kelembagaan serta memanfaatkan budaya lokal,” ucap Sri Marnyuni.

Saat ini pemerintah mendorong petani supaya produksi pertanian tidak lari ke mana-mana supaya ketersediaan beras tercukupi, kemudian harga terjangkau di pasar, dan menekan angka kemiskinan.

“Ini belum masuk puasa saya mengkhawatirkan harga melejit dan membuat daya beli masyarakat berkurang,” tambahnya.

Senada, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng Sucahyo menjelaskan produksi gabah pada Maret sekitar 1,426 juta ton. Apabila hal tersebut dikonversi jadi beras sekitar 820,554 ton. Maka dari itu kebutuhan surplus sekitar 480 ton.

“ada beberapa lahan pertanian tergenang air di Demak, yang semula mau panen jadi gagal panen. itu termasuk salah satu naiknya harga beras yg menjadikan stok terbatas, permintaan meningkat. Masalahnya ada di supply demand sehingga harga beras meningkat,” ucap Sucahyo. Semakin banyak permintaan dengan kesediaan, tentunya akan berpengaruh pada peningkatan harga di pasaran.

Akademisi FEB UNS Surakarta Mulyanto juga turut menjelaskan bahwa Pemprov Jateng melalui Disperindag juga melakukan pantauan setiap hari yang dilakukan 35 Kabupaten Kota untuk frame harga harus ada yang dilaporkan di SP2KP baik itu stok di tingkat pedagang.

“di Indonesia yang paling susah dilakukan yaitu berkoordinasi, karena semuanya punya kepentingan di kegiatan proyek, informasi koordinasi dan keterbukaan itu yang paling utama,” jelasnya. Harapannya semakin hari ketika banyak orang terlibat dalam pemecahan masalah, semoga hal seperti ini tidak terulang.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana