PPDB dan Pendidikan Gratis Jadi Sorotan Komisi E

Dinaspendidikan3

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi E melakukan kunjungan kerja ke Jatim di Dinas Pendidikan dan SMKN 5 Surabaya.(foto: mentaripagi)

SURABAYA – Komisi E melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan SMK N 5 di Kota Surabaya. Kunjungan tersebut untuk mengetahui konsep pendidikan gratis serta sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pada kunjungan Selasa (9/1/2024), Komisi E ke Dinas Pendidikan Jatim diterima Aminatun selaku Sekretaris Dinas setempat. Ketua Komisi E Abdul Hamid menegaskan, pendidikan gratis dan berkualitas merupakan hal yang tidak mudah. Guna merealisasikan program tersbeut harus disokong oleh pengelolaan anggaran dan ditunjang fasilitas yang baik.

Pendidikan gratis, lanjut dia adalah pola pendidikan yang membebaskan para peserta didik ataupun orang tua peserta didik, terutama biaya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dan kegiatan pembangunan sekolah.

Menjadi permasalahan yang sekarang ini belum bisa terselesaikan adalah pemeratan sekolah negeri, terutama di daerah perbatasan maupun pegunungan. Sekarang ini keberadaan sekolah negeri mengenai jumlah tidak berimbang.

“Masalah ini selalu muncul saat PPDB. Belum soal kepemenuhan sinyal internet. Masih banyak daerah dinyatakan blank spot. Akibatnya siswa tidak bisa mendaftar. Padahal kita semua tahu bahwa sekolah negeri sangat diimpikan oleh masyarakat menengah ke bawah” ungkapnya.

Menjawabnya, Aminatun mengungkapkan, peraturan terkait PPDB masih dalam rancangan. Akan tetapi dalam program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jatim memiliki beberapa tahapan yakni afirmasi, anak buruh, zonasi dan sisanya prestasi akademik maupun nonakademik.

Sementara saat di SMKN 5 Surabaya, Rabu (10/1/2024), Kepala Seksi Perekonomian Muhajirin menjelaskan bahwa sekolah melaksanakan kegiatan program gratis bersumber dari dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS)/Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) jika di Jawa Timur. Sehingga dari dana bantuan tersebut para siswa mendapatkan subsidi tiap bulannya.

“Sejak tahun 2019 di Jatim ini sudah ada BPOPP untuk pengganti SPP sehingga SPP sudah hilang. Besaran dari nilai BPOPP pun juga bervariasi mulai dari tingkat SMA, SMK nok teknik dan SMK Teknik” katanya

Senada, Kepala SMK Negeri 5 Surabaya Edy Prayogo menjelaskan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas perlu ada kerja sama antar elemen dan lembaga yang ada di masing masing daerah.

Sementara, Muh Zein anggota Komisi E menyampaikan bahwa pendidikan gratis perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah. Dengan begitu diharapkan seluruh elemen masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan bantuan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Di Jatim mengenai anggaran Pendidikan tergolong besar. Mudianto selaku Sub Koordinator Bidang Kurikulum mengatakan bahwa Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk sekolah swasta memiliki anggaran yang berbeda beda . Untuk total anggaran yang diberikan sebesar Rp 627 miliar mencakup jenjang SMA, SMK dan SLB. (ayuutami-priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 31 Agustus 2026 – 6 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Tipe…

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana