Perajin Kayu Magelang Manfaatkan Akar Pohon

5c88a0589544d199151010

PUSAT KAYU. Komisi B DPRD Jateng mengunjungi salah satu pusat kerajinan kayu di Magelang Root Art Center Jalan Magelang-Jogja Km 9 Pare, Blondo, Mungkid Kabupaten Magelang, Selasa (12/3/2019). (foto muhamad faiz fuadi)

MUNGKID – Komisi B DPRD Jateng mengapreasi perajin yang bisa memanfaatkan akar pohon menjadi sebuah karya seni dengan memiliki nilai jual tinggi. Hal itu diketahui setelah mengunjungi salah satu pusat kerajinan kayu di Magelang Root Art Center Jalan Magelang-Jogja Km 9 Pare, Blondo, Mungkid, Magelang, Selasa (12/11/2019). 

Dikemukakan anggota Komisi B Helmy Turmudzi, kreativitas perajin di Root Art Center yang memanfaatkan berbagai batang pohon yang tidak terpakai. 

“Sangat kreatif, banyak batang pohon yang semula tidak punya nilai apa-apa bisa disulap menjadi produk yang punya nilai ekonomis tinggi,” Kata Anggota Fraksi Demokrat tersebut.

Ia juga mendorong agar produk tersebut bisa dijual ke luar negeri karena produk tersebut bagus dan banyak disukai para pecinta seni dunia.

Sementara, Pemilik Pusat Kerajian Kayu Root Art Center Muhammad Arwan mengaku mulai mengumpulkan dan membuat kerajinan dari bahan kayu sejak  1998. Pada 2000, Pusat Kerajinan Kayu baru memamerkan produknya.

Ia menjelaskan, Produk Kerajinan Kayu berbahan dasar pepohonan yang merupakan pepohonan biasa. ia mencotohkan produk yang terbuat dari pohon kopi, jika di desa-desa pohon kopi yang sudah tidak berbuah sudah tidak punya nilai ekonomi dan biasanya akan menjadi kayu bakar. Namun dengan sentuhan seni, pohon kopi menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Selain dipamerkan, produk kerajinan tersebut juga dijual. Harga produk bervariasi dari harga Rp 10-15 juta sampai dengan Rp 80-100 juta. Harga produk tersebut disesuaikan dengan kerumitan dan masa waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi. (faiz/priyanto)​

Berita Terkait

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Pendapat Gubernur atas Usulan Raperda

    GEDUNG BERLIAN – Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto membuka rapat paripurna, Senin (7/9/2020), dengan 3 agenda yakni penjelasan gubernur atas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya, pendapat gubernur terhadap usulan 3 raperda, dan penyampaian gubernur atas raperda perubahan status PD Air Bersih Tirta Utama. Setelah menyatakan rapat paripurna memenuhi kuorum, Bambang menyilakan Gubernur Ganjar Pranowo memberi penjelasan.

  • Musim Penghujan, DAS di Selatan Jateng Jadi Sorotan

    YOGYAKARTA – Menghadapi musim penghujan yang akhir-akhir ini meningkat di wilayah Jateng, khususnya di daerah selatan, Komisi D DPRD Provinsi Jateng mencari data dan informasi seputar pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pemeliharaan sumber daya air (SDA) untuk keperluan irigasi. Hal itu dilakukan dengan membahasnya bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dirjen SDA Kemen PUPR, yang berkantor di Kota Yogjakarta, Selasa (9/1/2024).

  • Komisi C Monitor Kinerja Keuangan BPR BKK Cabang Demak

    DEMAK – Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan monitoring ke PT. BPR BKK Jateng Perseroda Kantor Cabang Demak, Senin (6/3/2023). Pada kesempatan itu, Analis Kebijakan Madya Biro Perekonomian Setda Provinsi Agus Prasetyo menyampaikan, berdasarkan evaluasi OJK, BPR BKK yang ada di Jateng masih dalam posisi sehat. 

  • Pimpinan Sementara DPRD Ngobrol Bareng Wartawan

    GEDUNG BERLIAN – Ketua Sementara DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mendapat kunjungan wartawan dari sejumlah media massa, Rabu (4/9/2019), di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang. Pada kesempatan itu, beberapa wartawan menanyakan soal jadwal penetapan pimpinan dewan definitif dan keanggotan alat kelengkapan dewan (AKD).