PANTAU PANTI: Bangun Jejaring untuk Pengembangan Panti Sosial

20210227100515 IMG

PANTI SOSIAL. Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama Joko Purnomo, Sumarsono, dan Anton Lami Suhadi saat berdiskusi mengenai optimalisasi pelayanan panti sosiali di Panti Pelayanan Sosial Wanita ‘Wanodyatama’ Kota Surakarta, Sabtu (27/2/2021). (foto ariel noviandri)

SURAKARTA – Dalam acara ‘Sosialisasi Pemenuhan Kebutuhan Dasar PMKS Terlantar dalam Panti 2021’ di Panti Pelayanan Sosial Wanita ‘Wanodyatama’ Kota Surakarta, Sabtu (27/2/2021), optimalisasi panti menjadi persoalan utama yang diperbincangkan. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri, pengelolaan panti harus diperhatikan sehingga pelayanannya bisa optimal. 

“Panti tersebut mengurusi permasalahan sosial sehingga membutuhkan pelayanan managerial yang prima,” kata Politikus PKS itu.

Ia mengatakan, dalam hal pemanfaatan bantuan subsidi permakanan satu orang satu hari (SOSH), bantuan itu merupakan stimulus dari pemerintah agar lembaga kesejahteaan sosial (LKS) swasta tetap mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. Selain itu, diharapkan pula SDM yang ada di panti mampu menangani penghuni panti secara tepat.

“Tidak hanya itu, LKS swasta diharapkan mampu membangun jejaring dengan stakeholder. Dengan begitu, panti bisa berkembang dengan baik di tengah masyarakat,” harapnya, didampingi Anggota DPRD Provinsi Jateng Joko Purnomo, Sumarsono, dan Anton Lami Suhadi.

Sementara, Kepala Dinsos Provinsi Jateng Harso Susilo, dalam sambutannya secara daring, mengatakan bahwa selama ini pemprov sudah memberikan subsidi bantuan untuk LKS swasta. Hal itu dilakukan karena kewenangan pengelolaan dalam panti sosial ditangani pemprov.

“Kami berterimakasih atas partisipasi LKS swasta yang telah ikut membantu pemprov dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Jateng,” kata Harso. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.