Optimalkan Anjungan Jateng di TMII

WhatsApp Image 2022 03 24 at 19.14.19

OPTIMALISASI ASET : Wakil Ketua DPRD Sukirman dan Komisi A membahas optimalisasi aset bersama Badan Penghubung Pemprov Jateng di TMII.(foto: cahya depe)

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat ini sedang berbenah. Anjungan milik Jawa Tengah pun turut terimbas dari upaya penataan itu. Komisi A DPRD Jateng berharap banyak dari penataan TMII dapat berdampak positif pada aset milik Pemprov Jateng itu.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman saat bersama Komisi A berada di Anjungan TMII, Kamis (24/3/2022). Kedatangan wakil rakyat iitu diterima oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Jateng Bernedetta Emi DM.

Komisi A bermaksud untuk mengetahui sekaligus ingin mendapatan informasi terkait pengelolaan barang aset daerah yang berada di Jakarta. Keberadaan anjungan Jateng di TMII menjadi salah satu pemikat perhatian Komisi A dan Sukirman.

Emi menyebutkan, imbas penataan TMII yakni pagar yang mengelilingi anjungan harus hilang. Tujuan dari penataan itu selain untuk merevitalisasi keseluruhan juga untuk persiapan menyambut acara internasional G20. Dengan tidak adanya pagar, pengamanan aset harus lebih ekstra ketat. Bangunan yang ada di TMII terdiri atas bangunan pendapa agung, pringgitan, dara gepak, sasana suka, oma Kudus, dan tajuk mangkurat.  

Sementara M Yunus anggota Komisi A menyoroti mengenai konsep penataan TMII ke depan. Dia perlu mengetahui fungsi penataan itu supaya bisa menyosialisasikannya kepada masyarakat.

Selanjutnya St Sukirno berharap masalah pembongkaran pagar tak perlu dipermasalahkan. Badan Penghubung bisa mempertegas sisi keamanan kepada pengelola TMII. Patut menjadi perhatian bersama adalah optmalisasi dari anjungan supaya bisa memikat perhatian masyarakat keseluruhan. Anjungan harus bisa menjadi pintu investasi bagi Jateng.

Emi mengemukakan, rencana pengembangan TMII secara keseluruhan tidak menghilangkan fungsi edukasi. Revitalisasi hanya mengubah wajah supaya bisa menarik wisatawan dan tetap menjadi objek wisata unggulan. Hanya saja dengan revitalisasi tersebut, dia berharap pihak pengelola tidak menaikkan tarif masuk. Dalam kesempatan itu, dia mengabarkan untuk kegiatan tahunan mudik gratis pada tahun ini masih ditiadakan. Provinsi DKI Jakarta masih dalam level II. Peniadaan mudik gratis sudah dketahui Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng. Emi pun berharap anggota DPRD bisa menginformasikan kepada daerah terkait peniadaan mudik gratis.(cahya/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.