Komisi E Pantau Program Lapangan Kerja di Karanganyar

IMG

SOAL KERJA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi & UKM Kabupaten Karanganyar, Senin (22/7/2024), membahas soal ketenagakerjaan. (foto priskilla candra cahyaningtyas) 

KARANGANYAR – Dalam rangka pemenuhan dan pengawasan kesejahteraan pekerja, Komisi E DPRD Provinsi Jateng memonitoring Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi & UKM Kabupaten Karanganyar. Kegiatan itu juga terkait penguatan pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi E Abdul Hamid menjelaskan bahwa hak-hak pekerja menjadi tanggung jawab pengusaha. Dalam hal pemenuhan hak-hak itu, perlu peran pemerintah jika terdapat kendala antara pengusaha dan pekerja.

“Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi & UKM harus terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna tetap terpenuhinnya hak-hak kewajiban pekerja agar investasi di Jateng tetap berjalan dan kondisi kesejahteraan juga tetap terpenuhi dengan lancar,” katanya.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Endro menyoroti soal perizinan. Ia menilai perizinan perusahaan perlu lebih di telaah dan diteliti. 

“Komisi E juga mengapresiasi terhadap solusi dinas yang membuka peluang-peluang pemuda hingga ke negara Jepang. Untuk itu, diharapkan mencari peluang yang paling bagus untuk masyarakatnya,” saran Endro.

Menanggapinya, Martadi selaku Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi & UKM Kabupaten Karanganyar mengaku sangat apresiatif dengan usulan Komisi E tersebut. Diakuinya pula, banyak hal yang harus ditangani dengan hubungan keindustrian.

“Banyak yang sudah masuk untuk berinvestasi di kKaranganyar, yang dapat menyerap tenaga kerja. Tercatat, dari investasi yang masuk, mampu menyerap 2.500 pekerja perempuan  dan perusahaan lainnya dapat menyerap 1.500 pekerja,” jelas Martadi.

Ia juga mengakui ada beberapa kendala yang dihadapi Karanganyar terkait keterbukaan lapangan pekerjaan, salah satunya banyak lowongan pekerjaan namun banyak yang tidak ingin menerima tawaran pekerjaan perusahaan tersebut. Hal itu dikarenakan kualitas SDM masyarakat juga mempengaruhi.

Dalam hal ini, dinas sudah memberikan banyak opsi dan upaya agar masyarakat tetap produktif seperti yang sudah dilaksanakan pada masa pandemi. Contohnya, dinas memberikan bantuan langsung tunai ke beberapa UMKM.

“Hingga saat ini, dinas juga tetap membuka lowongan bekerja/ magang di perusahaan asing seperti Jepang dan sudah banyak yang diterbangkan kesana,” tandasnya. (tyas/ariel)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.