Kepengurusan Komisi B Terbentuk

IMG

BACA KEPUTUSAN. Ketua Komisi B Sumanto membacakan keputusan internal komisi pada rapat paripurna.(foto: teguh prasetyo)

Jajaran Komisi B menggelar rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Quatly Abdulkadir. (foto: teguh p)

Inilah daftar pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Jateng:

KETUA  : H Sumanto SH

WAKIL KETUA  : Dra Hj Sri Marnyuni

SEKRETARIS  : M Ngainirrichadl, SHI, MM

Dyah Kartika Permanasari SE MM

Andang Wahyu Triyanto, SE, MM

Hj Kadarwati

Ir Cahyo Sumarso

Hj Peni Dyah Perwitosari SSos

Juli Krisdianto

H Pujo Widiono

H Sarif Abdilah, SPDI

H Mukhlis

H Mukafi Fadli ST

H Abu Hapsin Al Muktafa

Rohmat Marzuki

David Ishaq Aryadi SE, MM

Hj Ambar Fathonah SPd I

Imam Teguh Purnomo SE, Akt

H Setia Budi Wibowo SAg MM

Dr Hj Sholehah Kurniawati

H Abu Nafi, SH

H Sofwan Sumadi

Prayogo Nugroho SE

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.