Hadapi New Normal, Protokol Kesehatan Tetap Dipatuhi

IMG 20200615

Fuad Hidayat. (foto choirul amin)

SLAWI – Menghadapi kondisi New Normal atau tatanan kehidupan baru, masyarakat dihimbau untuk lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Hal itu penting dilakukan agar persoalan pandemi segera selesai. 

Untuk terus mensosialisasikan imbauan tersebut, media massa salah satunya radio harus dapat memberikan data-data yang otentik sehingga bisa dijadikan referensi bagi masyarakat itu sendiri. Demikian diutarakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Fuad Hidayat, saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif radio bertema ‘Literasi Media tentang Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan pada Masa Kenormalan Baru’ bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Slawi FM Kabupaten Tegal, Rabu (10/6/2020).

“Kalaupun ada perbedaan angka dan sebagainya, tapi berdasarkan sumber yang jelas dan data-data yang valid, hal itu bisa dijadikan patokan informasi bagi masyarakat. Namun yang berkembang sekarang hoax, gambar, dan berita dimodifikasi. Terus terang akan menjadi penyakit baru di masyarakat. Selain itu, masyarakatnya juga harus pintar memilih sumber-sumber berita,” ucapnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan radio sangat penting untuk bisa memberikan edukasi dan membangun optimisme di kalangan masyarakat agar berita-berita yang menimbulkan pesimistis bisa dihindari. Ia juga mengakui saat ini harus ada ‘alat pemaksa’ yang disepakati bersama supaya masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan. Karena, semua tahapan dari penyebaran kasus pandemi itu harus dilalui perlahan dan sikap sosial harus juga disepakati bersama.

“Hal yang paling penting menurut saya adalah protokol kesehatan. Mungkin beberapa orang tidak percaya pada Covid-19 tapi mereka harus ikut protokol kesehatan. Karena sampai sekarang, Covid menjadi fenomena yang paling luar biasa tidak hanya di Tegal. Maka dari itu, perlu kesadaran bersama untuk saling menghormati supaya bisa menjadi tatanan sosial yang nyaman untuk kita lewati bersama,” jelasnya.

Senada, Komisioner KPID Jateng Asep Cuwantoro mengungkapkan pihaknya bersama Komisi A berkomitmen untuk memberikan literasi penyiaran kepada masyarakat melalui radio. Karena, selama pandemi masyarakat dipaksa untuk tetap tinggal di rumah saja sehingga lembaga penyiaran seperti radio menjadi sarana yang sangat diminati masyarakat.

“Literasi itu bertujuan untuk membangkitkan semangat publik agar kita semua bisa survive menghadapi pandemi ini. Radio menjadi hiburan termurah saat ini, selain menerima hiburan, kita sisipkan kabar dan informasi yang valid tentang pandemi,” harap Cuwantoro.

Dikatakannya, informasi yang bersifat lokal bisa langsung terjangkau oleh radio. “Karena, radio mampu mendekatkan publik dengan lingkungannya, yang menjadi salah satu kekuatannya,” katanya. (amin/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam