FGD WARTAWAN: DPRD Baru, Harapan Baru

IMG 20250115 WA0021

DISKUSI WARTAWAN. DPRD Provinsi Jateng bersama FWPJT berdiskusi dalam acara FGD dengan tema ‘Dewan Baru, Harapan Baru’ di Hotel Front One HK Resort, Kota Semarang, Rabu (15/1/2025). (foto teguh prasetyo)

SEMARANG – Periode kedewanan yang baru (2024-2029) kini sudah berjalan. Besar harapan dari kalangan masyarakat agar Para Anggota Dewan yang baru itu mampu memberikan dampak perubahan lebih baik.

Wartawan sebagai salah satu elemen masyarakat ingin mengulik lebih jauh, seperti apa ‘sepak terjang’ Dewan baru tersebut mengolah visi dan misi di daerah menjadi lebih nyata. Keingintahuan para wartawan itu diwujudkan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) Sekretariat DPRD Provinsi Jateng dan Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah (FWPJT).

“Disini, kami (wartawan) ingin mengetahui seberapa jauh visi dan misi Dewan yang baru untuk rakyat Jateng ini,” kata Imam Nuryanto selaku Ketua Panitia Acara FGD dengan tema ‘DPRD Baru, Harapan Baru’ di Hotel Front One HK Resort, Kota Semarang, Rabu (15/1/2025), bersama Sekretaris DPRD Provinsi Jateng Urip Sihabudin.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Muhammad Saleh berharap acara FGD itu mampu memberikan perspektif baru mengenai periode kedewanan yang baru ini. Selain membangun komunikasi yang baik dengan wartawan, DPRD juga ingin berdiskusi mengenai arah pembangunan daerah yang lebih bagi masyarakat Jateng.

“Sebagai legislatif yang baru, DPRD kini ingin memulai kinerja yang lebih baik bagi masyarakat. Kami sebagai DPRD bertanggung jawab mensejahterakan masyarakat. Melalui FGD ini, kami berharap mendapatkan komunikasi yang baik dengan wartawan sehingga informasi kepada masyarakat juga tersampaikan dengan baik. Kami berkomitmen menjadi DPRD yang terbuka dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat,” kata Saleh, membacakan sambutan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto sekaligus membuka acara FGD, didampingi Anggota Komisi B Muhammad Fachan dan Anggota Komisi E Kartina Sukawati sebagai narasumber dalam FGD.

Menanggapi soal Dewan baru, ia mengakui, saat ini sekitar 60% Anggota Dewan merupakan DPRD baru. Dan, Anggota Dewan yang baru itu adalah Gen Z, yang memiliki ciri khas kerap bersuara vokal, ceplas ceplos, dan lebih terbuka. 

“Disamping itu, Anggota-anggota Dewan yang muda tersebut memiliki sikap/ pola kinerja yang berbeda dengan Anggota Dewan yang lama (incumbent). Dari situ, ada ciri yang baru pula dalam hal kinerja sehingga menawarkan harapan baru kedewanan untuk memajukan masyarakat,” terangnya.

Sementara, Kartina Sukawati dan Muhammad Farchan juga mengakui Dewan baru saat ini lebih optimis dan kritis membahas persoalan pembangunan daerah. Harapannya, dengan sikap positif itu dapat terus berkembang sekaligus memiliki komitmen untuk mensejahterakan masyarakat Jateng.

“Kami, meski hanya punya dua kursi di parlemen, namun ikut terlibat dalam pembahasan arah pembangunan Jateng ke depan. Kami berharap pemikiran yang disumbangkan mampu memberikan perubahan positif untuk Jateng,” kata Farchan.

Dari akademisi, Puji Astuti menilai masyarakat saat ini terlalu memiliki ekspektasi besar kepada pihak penyelenggara pemerintahan seperti DPRD. Dalam hal ini, ia tetap berharap kepada DPRD agar selalu mengangkat isu-isu terkini yang ada di masyarakat dalam setiap pembahasannya.

“Dari situ, DPRD semakin mampu melihat semua persoalan yang ada agar tidak ketinggalan isu. Dengan begitu, fungsi legislasi kedewanan memiliki ide-ide baru yang lebih inovatif dalam pembuatan perda sehingga isi aturannya pun lebih berpihak kepada masyarakat,” jelas Puji, Dosen Undip Semarang. 

Sebagai informasi, FGD diatas dihadiri sejumlah awak media, baik media cetak, radio, elektronik maupun online. Para wartawan yang hadir itu kerap melakukan kegiatan peliputan di lingkungan Pemprov dan DPRD Provinsi Jateng, (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.