FGD: Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan

IMG

SOAL PEMUDA. Bagus Suryokusumo dalam kegiatan sosialisasi kebijakan melalui FGD di Aula Kantor Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Senin (11/11/2024). (foto con hargi)

UNGARAN – Pemuda sangat berperan membuat perubahan, baik positif maupun negatif, di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, DPRD Provinsi Jateng berharap perubahan yang dilakukan pemuda dapat bermanfaat besar bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Bagus Suryokusumo dalam kegiatan sosialisasi kebijakan melalui Focus Group Discussion (FGD), Senin (11/11/2024). FGD yang mengambil tema ‘Peran Pemuda sebagai Agen Perubahan’ itu digekar di Aula Kantor Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.

Dihadapan ratusan warga, yang sebagian besar adalah kaum muda, ia menekankan soal sikap pemuda saat ini yang perlu dirubah. Ia menilai kaum muda sangat dengan dengan dunia digital tapi belum mampu memanfaatkannya dengan baik.

“Jadi, anak-anak muda itu kebanyakan dolanan gadget thok tanpa memanfaatkannya secara luas. Jika dunia digital itu bisa diutak-atik oleh kaum muda, dipastikan bermanfaat besar bagi masyarakat,” pesannya.

Untuk itu, ia berharap kaum muda mampu mencari kesempatan seluas-luasnya di bidang digital. Hal itu mengingat digitalisasi sudah menjadi konsumsi masyarakat secara umum.

“Dengan mampu mendayagunakan kemampuan digitalnya, maka secara nggak langsung dapat ikut berperan mendukung pembangunan masyarakat di daerah. Contohnya, membangun usaha online yang setidaknya bisa menyerap beberapa tenaga kerja. Dengan cara itu, pemuda layak dianggap sebagai agen perubahan saat ini,” tandasnya. (con/ariel)

Berita Terkait

  • ASPIRASI JATENG : Refleksi Hari Pendidikan Nasional

    SURAKARTA – Ketua Komisi E Abdul Hamid menyatakan, Hari Pendidikan Nasional diharapkan menjadi momen refleksi bagi semua pihak, baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat luas. Dalam momen ini, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya, serta merumuskan solusi untuk perbaikan yang lebih baik di masa depan.

  • Sosialisasi Protkes Perlu Terus Digencarkan

    SURAKARTA – Dalam rangka sosialisasi penerapan protokol kesehatan (protkes) Jateng menghadapi lonjakan kasus penyebaran virus Covid-19, DPRD Provinsi Jateng mengikuti dialog interaktif bersama TA Radio Surakarta 103.5 FM, Rabu (16/6/2021). Dalam dialog itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mengakui tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protkes masih sangat rendah.

  • Ketua DPRD: Tidak Mudik untuk Kesehatan Bersama

    UNGARAN – Dalam pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ruang Rapat Gubernur secara virtual pada 28 Maret lalu, disampaikan beberapa poin penting kepada para kepala daerah. Salah satunya penundaan mudik dan penerapan protokol kesehatan (protkes) yang ketat menghadapi libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

  • Pengelolaan Terminal Tipe B Perlu Dioptimalkan

    YOGYAKARTA – Guna mengoptimalkan pengelolaan Terminal Tipe B, Komisi D DPRD Provinsi Jateng melakukan studi banding ke Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DI. Yogyakarta, Rabu (10/1/2024), yang dinilai mampu memberikan kemudahan pelayanan dalam penggunaan transportasi umum bagi masyarakat. Saat berdiskusi, Ketua Komisi D Alwin Basri mengatakan masih ada pengelolaan terminal yang kurang maksimal di Jateng.

  • MEDIA TRADISIONAL: Gelar Seni Hadrah di Lapangan Desa Menganti 

    KEBUMEN – Dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional (Metra),’ Anggota DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo menggelar pentas seni budaya ‘Hadroh’ bagi Warga Menganti Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Gelaran Metra itu dilaksanakan di Lapangan Desa Menganti, Sabtu (11/11/2023) malam.