DPRD Ingatkan Pendidikan Harus Jadi Prioritas

WhatsApp Image 2020 10 16 at 20.54.41

KUNJUNGAN KERJA : Anggota DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Sektor X di Purwokerto, Banyumas.(foto: dewi sekar)

BANYUMAS – Sektor pendidikan perlu mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pada masa pandemi Covid-19 ini, perhatian kepada pendidikan tetaplah menjadi utama. Hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak wajib diperjuangkan.

Hal tersebut dikemukakan anggota DPRD Jateng Tazkiyatul Muthmainnah saat memimpinan rombongan dewan berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Sektor X di Purwokerto, Banyumas, Jumat (16/10/2020). Dalam kunjungan itu turut hadir anggota DPRD Jateng Soetjipto, Agung Budi Margono dan Danie Budi Tjahjono.

“Saya sayangkan sampai sekarang ini masih banyak anak belum mendapatkan hak pendidikan. Sangat ironis masih ada 600 anak berkebutuhan khusus di Banyumas yang belum bersekolah. Jangan biarkan satu anak usia sekolah di Jawa Tengah tidak bisa bersekolah. Masalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pendirian sekolah luar biasa (SLB),” ucap Iin, sapaan akrab Tazkiyatul Muthmainnah.

Selain itu dia juga menyoroti perihal masih ada sekolah yang mendapatkan akreditasi C. Diharapkan Dinas Pendidikan mendorong sekolah supaya berakreditasi B.

“Akreditasi itu semacam penilaian kepada sekolah dengan dilihat kesiapan sarana dan prasarana. Kalau masih akreditas C menjadi keprihatinan kita semua. Kami di DPRD akan terus mendorong sekolah yang layak,” ucap Ketua PW Fatayat NU Jateng itu.

Menanggapi itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr Padmaningrum mengakui untuk masalah pendidikan bagi penyandang disabilitas masih perlu mendapatkan perhatian. Dari 35 kabupaten/kota, baru Sragen dan Semarang yang memiliki terapi disabilitas gratis.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sektor X Purwokerto Dr. Tohar MSi menjelaskan, jumlah SLB di Banyumas masih minim. Namun demikian, masalah itu bukan berarti pemerintah tutup mata kepada anak-anak penyandang disabilitas. Hanya saja semua perlu proses mengingat keterbatasan alokasi anggaran dikarenakan Covid-19.

Berbicara mengenai konsep belajar di saat pandemi, Banyumas berencana akan mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka tanpa mengabaikan protokol kesehatan mengingat sudah masuk zona oranye. Sembari menunggu simulasi direalisasikan, masih menggunakan konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara virtual.

Mendengar hal itu, Iin mengingatkan supaya dalam pembelajaran tatap muka tetap harus mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Harapannya Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X bisa menjadi barometer untuk kualitas pendidikan.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam