DPRD Dorong Realisasi Satu Data Jateng

IMG 20220810 WA0008

SOAL DATA. Soenarno bersama Dwi Yasmanto dalam ‘Workshop Pengelolaan Data Sektoral Secara Elektronik’ di Amanda Hills Bandungan Kabupaten Semarang pada Selasa (9/8/2022) lalu. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

UNGARAN – DPRD Provinsi Jateng terus mendorong pemerintah melakukan perbaikan sekaligus penguatan data yang dimilikinya. Karena, kevaliditasan data telah menjadi amanat dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 terkait Satu Data Indonesia.

Dalam hal ini, Anggota Komisi A Soenarno mengungkapkan masalah pendataan telah menjadi pembahasan hangat di internal DPRD. Karena, kerap kali data-data yang disajikan pemerintah bisa dibilang tidak terbarukan. Oleh karena itulahm dengan adanya program Satu Data Jateng, dia sangat mengapresiasinya.   

“Kerap kami sampaikan saat rapat bersama gubernur, masalah data harus menjadi utama dan perbedaan data yang sangat mencolok agar tidak terjadi lagi,” tegasnya dalam ‘Workshop Pengelolaan Data Sektoral Secara Elektronik’ di Amanda Hills Bandungan Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Selain Soenarno, turut hadir dari Komisi A, Dwi Yasmanto, dan Perwakilan Bappeda Lambang Antono. 

Dwi Yasmanto menambahkan indeks data di Jateng masih di bawah 50%. Ia berharap, jika terdapat suatu kendala pencarian data, ke depannya bisa teratasi dengan adanya Satu Data.

“Akurasi data sangat penting untuk mengurangi permasalahan saat diskusi antara legislatif dan eksekutif dalam rapat, mempermudah organisasi antarOPD terkait data guna kepentingan bersama. Dan, data yang dipublish dalam Satu Data tersebut harus jujur dan akurasinya dapat dipertanggungjawabkan,” harap Dwi.

Sementara, Lambang Antono menjelaskan tujuan Satu Data Jateng diciptakan agar dalam pengelolaannya selalu konsisten terhadap data tata kelola pemerintah. Dengan menerapkan prinsip Satu Data, maka dapat meningkatkan kolaborasi aktif antarperangkat daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan data.

“Peran masing-masing meningkatkan komitmen data sektoral serta diikuti OPD seluruh Jateng. Dengan memenuhi prinsip Satu Data, agar dapat dikelola dan diintegrasikan secara berkelanjutan 

dimana kebijakan informasi harus didukung data berkualitas, mengatur tata kelola data, dan mengatur manajemen pemerintah,” jelas Lambang.(tyas/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.