DIALOG PARLEMEN: Dorong Pendapatan Daerah Jateng 2020

IMG 20191011 WA0079

BICARA PENDAPATAN. Setwan Jateng menggelar ‘Dialog Parlemen’ sesi kedua dengan tema ‘Pendapatan Daerah’, di Hotel Sunan Kota Surakarta, Jumat (11/10/2019) malam.

SURAKARTA – Dalam sesi kedua ‘Dialog Parlemen’, tema yang diambil yakni ‘Pendapatan Daerah’. Pada sesi tersebut, Komisi C DPRD Jateng menunjukkan ketertarikannya saat Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Tavip Supriyanto dan Pengamat Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang Andreas Lako menjelaskan soal pertumbuhan pendapatan.

Tavip Supriyanto saat memberikan penjelasan soal pendapatan daerah. (foto setyo herlambang)

Dalam pemaparannya, Tavip menjelaskan seputar pendapatan daerah dan proyeksinya pada 2020 mendatang. Dijelaskan, selama ini Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Jateng memiliki tupoksi yakni menyusun dan mengevaluasi pengelolaan pendapatan daerah sekaligus pembinaannya.

“Dari tupoksi itu, Bappenda mengelola jenis pajak berupa PKB (pajak kendaraan bermotor), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), BBM, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok. Kalau Reklame, PBB (pajak bumi dan bangunan), Pajak Hotel dan Restoran dikelola kabupaten/ kota,” paparnya, Jumat (11/10/2019) malam.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dan Anggota Komisi C Baginda Muhammad Mahfuz.
(foto setyo herlambang)

Ia mengakui PKB masih menjadi ‘primadona’ dalam perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Untuk pajak-pajak lainnya, ia mengaku, masih membutuhkan upaya inovasi.

“Upaya yang selama ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan yakni pelayanan PKB di pelosok desa, sosialisasi melalui spanduk-iklan dan medsos, kunjungan ke wajib pajak, Samsat gerai atau samsat malam,” katanya.

Sementara, Pengamat Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang Andreas Lako menyebut pada 2020 mendatang merupakan tahun krusial dalam perekonomian Jateng. Karena, Provinsi Jateng diminta Pemerintah Pusat agar ekonominya bertumbuh hingga 7%.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Mustholih
dan Wakil Ketua Komisi E, Abdul Azis. (foto setyo herlambang)

Data yang dimilikinya menyebutkan, pada 2018 lalu ekonomi tumbuh menjadi 5,3%. Pada 2019 ini, kemungkinan besar bisa tumbuh lagi menjadi 5,4%. Dari sisi supply-demand, lanjut dia, saat ini sektor usaha di Jateng pertumbuhannya mencapai 6-7% karena selama 7 tahun terakhir ini belum pernah tumbuh 6%.

APBD BAIK

Dari APBD, ia mencatat pula, sejak 2015 hingga 2019 trennya naik tapi belum signifikan. Karena, pendapatan daerah lebih rendah dibanding belanjanya. 

“Saya menilai pendapatan daerah Jateng itu masih belum pasti. Memang, ada kenaikan tiap tahunnya. Pada 2018, pendapatan tumbuh 4 persen, kemudian pada 2019 pendapatan tumbuh lagi menjadi 6 persen. Pada 2020, diperkirakan pendapatan tumbuh jadi 7 persen. Angka seperti itu cenderung tidak tinggi kenaikannya,” jelasnya.

Meski APBD rendah, lanjut Andreas, namun dampaknya terhadap kualitas pembangunan di Provinsi Jateng masih lebih baik dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. “Kita optimis upaya kenaikan pendapatan itu masih bisa bertumbuh lagi. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.