Dewan: Warga Harus Peduli Protokol Kesehatan

IMG 20200703 WA0012

SALURKAN BANTUAN. Anggota DPRD Provinsi Jateng dari Dapil 3 saat mengawal penyaluran bantuan 132 paket ‘Jogo Tonggo Kit’ dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng untuk Kabupaten Kudus, Jumat (3/7/2020). (foto humas)

KUDUS – Memasuki masa New Normal, DPRD Provinsi Jateng tetap berharap masyarakat dapat terus meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan. Hal itu penting, mengingat saat ini masih banyak masyarakat yang tidak peduli protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19.

Demikian ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jateng Sri Hartini bersama Anggota DPRD lainnya dari Daerah Pemilihan Jateng 3 (Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus), saat mengawal penyaluran bantuan 132 paket ‘Jogo Tonggo Kit’ dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng untuk Kabupaten Kudus, Jumat (3/7/2020). Dalam kegiatan itu, Anggota Dewan disambut Plt Bupati Kudus HM Hartopo bersama jajarannya.

“Walaupun sudah New Normal, tetap saja harus memperhatikan protokol kesehatan. Bukan berarti terus tidak memakai masker,” tegas Politikus Gerindra itu.

Ia mencontohkan saat ini masih banyak pedagang pasar tra‎disional yang tidak mengenakan masker saat berjualan. Ia menilai kondisi itu dapat meningkatkan resiko penularan virus. Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat ikut terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19.

‎”Masih banyak pedagang yang tidak menggunakan masker, mereka tidak memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyambut baik atas bantuan ‘Jogo Tonggo Kit’ yang diberikan kepada Kabupaten Kudus. Hartopo berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“‎Di tengah tren kasus Corona yang meningkat, harapannya, ‘Jogo Tonggo Kit’ dapat bermanfaat untuk pencegahan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta Pemprov Jateng dapat membantu biaya rumah sakit lini tiga. Pasalnya, saat ini pemerintah pusat hanya memberikan bantuan untuk rumah sakit lini satu dan dua.

“Kalau bisa kami minta ‘angka’ untuk‎ membantu rumah sakit lini tiga yang ada di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemberian paket ‘Jogo Tonggo Kit’ dari Dinkes Jateng itu menyesuaikan jumlah desa yang ada di Kabupaten Kudus. Dalam paket tersebut terdiri dari masker kain 1.000 buah, termometer 1 unit, buku petunjuk teknis satu buah, sepatu bot 10 pasang, sarung tangan 10 pasang, 50 liter handsanitizer, 30 liter disinfektan dan 1 unit sprayer. Total paket yang disiapkan saat ini sebanyak 8.550 buah dibagikan kepada masyarakat sesuai jumlah desa yang ada di Provinsi Jateng. (humas/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam