Daerah Harus Mulai Kembangkan Program Vokasi

WhatsApp Image 2024 12 20 at 09.06.07

BERI CENDERA MATA : Sekretaris Komisi E Zainudin memberikan cendera mata kepada Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi.(foto: arnes respati)

MATARAM – Penguatan program vokasi sudah sepatutnya digalakkan. Mempersiapkan calon tenaga kerja dengan memiliki keterampilan jauh lebih utama dibanding tidak memiliki apa-apa.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dari kunjungan kerja Komisi E DPRD Jateng ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama tiga hari (18-19/12/2024), kunjungan diarahkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) dan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov NTB di Mataram.

“Kami sedang mencari informasi mengenai konsep pengembangan vokasi. Perlu daerah pembanding supaya pengembangan vokasi di Jateng lebih fokus dan terarah,” ucap Sekretaris Komisi E Zainudin saat memimpin rombongan kepada Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi. Pada pertemuan turut hadir Sekretaris Disnakertrans Jawa Tengah Mumpuniati SH.

Putu Aryadi menjelaskan, saat ini program vokasi menjadi pilihan utama. Penyiapan tenaga kerja dengan memiliki keterampilan sangat diperlukan dunia kerja sekarang. Seperti di NTB menjadi salah satu dari empat provinsi penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah Jatim, Jateng dan Jabar.  Bahkan pada 2023 merujuk data dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPMI) tercatat ada sebanyak 33.949 pekerja migran berasal dari NTB. 

“Pemprov NTB berupaya kuat turut mendorong masuknya investasi supaya banyak tercipta lapangan kerja. Sektor pariwisata dan industri pengolahan menjadi pilihan utama,” kata dia.

Sementara saat di BLK NTB, Kepala Balai Latihan Kerja Provinsi NTB, Niniek Rahayu mengakatan fokus utama adalah merancang pelatihan berbasis kebutuhan industri dan potensi daerah, seperti sektor pariwisata, pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif.

Selain itu, tim juga bertugas memastikan keberlanjutan program vokasi melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi agar tenaga kerja di pastikan bisa terampil dan bekerja dengan baik. Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Saiful Hadi mengatakan Program Vokasi di Provinsi NTB untuk calon Pekerja Migran ini sudah sangat baik dan bisa dijadikan contoh di Jawa Tengah.(arnes/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.