BPR BKK Kendal Targetkan Deviden Naik 15,2%

20220310120514 IMG

BAHAS KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan PT. BPR BKK Kendal (Perseroda), di Kabupaten Kendal, Kamis (10/3/2022), soal kinerja keuangan. (foto ariel noviandri)

KENDAL – PT. BPR BKK Kendal (Perseroda) menargetkan setoran deviden ke Pemprov Jateng dan Pemkab Kendal dapat meningkat, dari Rp 5,30 miliar pada 2021 menjadi Rp 6,11 miliar atau naik 15,2%. Demikian disampaikan Dirut BPR BKK Kendal Ahmad Mundolin kepada Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Kamis (10/3/2022).

Ia mengatakan target kenaikan deviden itu didukung dengan perkiraan kenaikan nilai aset dan laba pada tahun ini. Data BPR BKK Kendal menyebutkan, aset pada 2021 sebesar Rp 362,30 miliar ditargetkan naik menjadi Rp 378,53 miliar atau naik 4,5%. Untuk laba, pada 2022 diyakini pula meningkat Rp 1,5 miliar (16,2%) atau sekitar Rp 10,72 miliar dibanding pada 2021 sekitar Rp 9,22 miliar.

“Kami berharap pendapatan itu dapat naik untuk pemprov dan pemkab,” katanya.

Soal Non-Performing Loans (NPL) atau kredit macet, ia mengakui angkanya belum memuaskan. Dikatakan, sebesar 70% nasabah adalah pelaku UMKM, yang terdampak pandemi sehingga rasio NPL sebesar 8%. 

“Diakui, angka itu memang masih diatas aturan bank yang sehat tapi diharapkan pada tahun ini persentasenya dapat turun,” ujarnya.

Mendengar paparan itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro mengaku sangat mendukung upaya BPR BKK Kendal dalam rangka kenaikan deviden tersebut. Ia berharap kinerja BPR BKK tidak hanya mengejar keuntungan semata tapi tetap bermanfaat bagi masyarakat yakni menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM dan pelaku di sektor pertanian.

“Kami mendukung upaya BPR BKK pada tahun ini dan tetap fokus pada usaha kecil dan sektor pertanian. Dan, kalau bisa melakukan terobosan dengan membuat program kredit bagi kaum milenial. Namun, upaya menekan NPL juga harus dilakukan. Harapannya pula pandemi segera berakhir agar upaya BPR BKK tersebut bisa lancar,” kata Sriyanto. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).