Bahas Raperda PKD, Diskusi bersama Pemkot Blitar

IMG 20220603 WA0024

SOAL RAPERDA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Pemkot Blitar, Jumat (3/6/2022), membahas Raperda PKD. (foto bintari setiawati)

BLITAR – Untuk mempertajam penyusunan Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD), Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan diskusi dengan Badan Pengelola Keuangan & Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Jumat (3/6/2022). Dalam diskusi itu, rombongan komisi yang dipimpin Ketua Komisi C Bambang Hariyanto membahasnya bersama Asisten II Setda Kota Blitar Hermansyah Permadi, Kepala BPKAD Kota Blitar Widodo Saptoni, dan Triman selaku Kepala Bappeda Kota Blitar.

“Tujuan kami kesini, selain untuk belajar mengenai tata kelola keuangan dan aset daerah Blitar, juga mencari informasi program-program yang berbeda yang belum ada di Jateng, yang mungkin bisa dikembangkan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jateng,” kata Bambang. 

Mendengar hal itu, Hermansyah Permadi menyambut baik kunjungan Komisi C tersebut. “Kami berharap bisa saling memberikan input tentang pengelolaan keuangan untuk kemajuan daerah,” ujar Hermansyah.

Sementara, Widodo Saptoni menjelaskan Raperda PKD di Kota Blitar saat ini masih dalam tahap penyusunan. Dikatakan, isi raperda sama dengan Jateng yakni seputar tata kelola keuangan.

“Untuk tahapannya kurang lebih sama dengan Jateng. Untuk perda pada 2021, masih proses sampai penyusunan naskah akademis yang disusun pada 2021 dan bekerjasama dengan UGM. Pada 2022, tahap pembahasan rancangan dengan dewan,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada 2022 APBD Kota Blitar sekitar Rp 1,53 triliun dan rencana pada 2023 sekitar Rp 1,33 triliun. Untuk PAD, sebesar 30% dari APBD dan pajak daerah Rp 44 miliar.

Program paling menonjol di Blitar untuk meningkatkan PAD adalah dari pariwisata makam Bung Karno. Dan saat ini, untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kota Blitar, masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan Museum PETA karena Blitar sebagai pencetus perjuangan PETA di Indonesia. (bintari/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.