Anjungan Jateng di TMII Perlu Digarap Serius

WhatsApp Image 2023 07 06 at 11.02.18

LIHAT ANJUNGAN : Komisi C berada di Anjungan Jateng TMII.(foto: ervan ramayudha)

JAKARTA – Komisi C DPRD Jateng cukup bangga karena anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah dapat dipergunakan sebagai kegiatan kebudayaan dan kesenian. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro saat memimpin rombongan menyambangi Anjungan Provinsi Jawa Tengah di TMII, Kamis (6/7/2023).

Dalam pantauan tersebut, Sriyanto menilai kegiatan tersebut merupakan hal positif untuk dapat melestarikan kebudayaan daerah, khususnya Jawa Tengah. Kemudian juga dapat memberikan pendapatan asli daerah.

“Kebetulan Komisi C melaksanakan pantauan ke Badan Penghubung pada saat hari libur sekolah. Terbukti masih banyak antusias warga, apalagi terlihat Anjungan Jateng dipakai untuk latihan menari, hal ini sudah cukup bagus,” katanya.

Sementara itu, dihadapan Komisi C, Kepala Badan Penghubung Jateng Sarido Maksudi memaparkan perkembangan dan pelaksanaan realisasi pendapatan sampai dengan Juni 2023.

“Untuk PAD terget murni senilai Rp 1,1 miliar, dengan realisasi mencapai 25,06 % terdiri dari pemakaian kekayaan daerah senilai Rp 354 miliar dan tempat penginapan atau Wisma senilai Rp 756 miliar. Dengan realisasi keduanya 8,57% dan 26,71%,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Sarido menjelaskan pihaknya belum terlalu optimal dalam mengoptimalkan PAD. Hal tersebut karena beberapa kendala yang di hadapi Badan Penghubung.

“Banyak persaingan untuk hotel low budget, perlunya perbaikan sarana dan prasarana Wisma Jateng, adanya larangan dari pengelola pusat untuk penyewaan wisma dan pemberlakuan akses masuk. Selanjutnya kami mohon arahan dari Bapak-Ibu Komisi C,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menilai hal tersebut akan menjadi kajian dan berkonsultasi untuk dapat menemukan solusi dalam proses pengelolaan anjungan setiap daerah. “Beberapa kendala yang disampaikan akan menjadi kajian kami, dan apabila perlu kami akan berkoordinasi ke Pusat dalam hal ini PT. TWC, sehingga hal-hal yang memberatkan dapat dicarikan solusi bersama,” tutupnya.(amin/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.