Sedimentasi sampai Penguatan Masyarakat Jadi Tantangan Pengelolaan Sungai

WhatsApp Image 2025 08 11 at 08.47.41 (1)

BAHAS SUNGAI : Komisi D mengunjungi Balai Pengelolaan Sumber Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo, di Kota Yogyakarta.(foto: ayuandani)

YOGYAKARTA – Dalam pengumpulan data dan informasi terkait dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah. Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum Jawa Tengah mengunjungi Balai Pengelolaan Sumber Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo, di Kota Yogyakarta, Kamis (7/8/2025).

Diskusi berfokus pada pengendalian daya rusak air. Wakil Ketua Komisi D Joko Purnomo mengatakan terdapat beberapa poin permasalahan yang dihadapi, yaitu sedimentasi sungai berukuran halus yang dapat mengurangi kapasitas tampungan air, serta normalisasi dan pengelolaan sedimen yang masih menjadi tantangan besar. Untuk itu, diperlukan tindak lanjut dalam memastikan sumber daya air di Jawa Tengah dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Raperda ini dapat mengatur pengelolaan air secara adil, berkelanjutan, dan partisipatif di Jawa Tengah, serta memastikan ketersediaan air yang cukup untuk berbagai kepentingan,” kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Sependapat, Sekretaris Komisi D Kholik Idris juga menanyakan tentang seberapa jauh keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah yang diampu oleh Balai Pengelolaan Sumber Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo.

“Keterlibatan masyarakat saya rasa cukup penting dan krusial dalam pengelolaan sumber daya air baik sebagai pengguna dan tenaga dalam kelompok masyarakat yang di ampu oleh Balai Pengelolaan Sumber Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo, sejauh mana keterlibatan itu,” tanya Kholik.

Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan Agung Widiatmoko menjelaskan keterlibatan masyarakat dilakukan perawatan DAS (Daerah Aliran Sungai) dari hulu ke hilir. Di hulu yaitu dengan memperbaiki area daerah resapan air dan bangunan tanah dan air. Menurut Agung sangat penting masyarakat terlibat dalam penguatan lembaga karena tidak akan optimal jika tidak ada peran masyarakat.

“Kan tidak mungkin kita selesai bangun kemudian di tinggal, harus ada peran masyarakat dalam pengutan kelembagaan tingkat kelompok masyarakat untuk bersama sama membantu peningkatan dan pemeliharaan konservasi tersebut. Bibit produksi juga kita berikan, memberikan kelompok tani bibit untuk di tanam di lahan kritis yang diharapkan walaupun tidak banyak namun sedikit membantu menggerakan yang sifatnya padat karya. Misalnya memberikan bibit jengkol pete selain buat konservasi juga bisa menghasilkan tambahan pemasukan bagi masyarakat,” jelas Agung.(danik/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Terima Kritik Mahasiswa atas Program Pemerintah

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menyatakan siap mengawal aspirasi sekitar 300 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (24/8/2026). Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi bertajuk ‘Seruan Aksi Diponegoro Melawan’ yang berlangsung dengan orasi dan dialog antara mahasiswa dan wakil rakyat

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak โ€” mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 17 Agustus 2026 โ€“ 23 Agustus 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 17 Agustus 2026 โ€“ 23 Agustus 2026 Ruang…

  • PEPARPEDA 2026: Ajang bagi Atlet Muda Paralimpik

    BUKA PARALIMPIK. Peparpeda Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026). (foto teguh prasetyo) SURAKARTA โ€” Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jateng 2026 resmi dibuka di Kota Surakarta, Jumat (21/8/2026) malam. Ajang itu menjadi ruang bagi atlet-atlet muda paralimpik…