Bagus, Pendapatan Kebun Benih TPH Masaran Sragen

20221104112734 IMG

SOAL KEBUN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Kebun Benih Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) Masaran Kabupaten Sragen, Jumat (4/11/2022). (foto ariel noviandri)

SRAGEN – Dalam kegiatan monitoring kinerja pendapatan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng mendatangi salah satu kebun benih di Solo Raya. Yakni, Kebun Benih Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) Masaran Kabupaten Sragen, Jumat (4/11/2022). 

Saat berdiskusi dengan pihak pengelola, Kepala Balai Benih Tanaman Pangan & Hortikuktura Wilayah Surakarta Suryono Budi Santosa selama ini kinerja kebun benih mampu melaksanakan fungsi sosial kepada masyarakat sekitar.

“Disini, luas kebun 6 hektare dan sebagian besar untuk fungsi sosial seperti adanya bagi hasil untuk masyarakat. Ada juga ponpes yang ingin belajar. Selain itu, disini juga memproduksi pupuk organik. Hanya saja kendalanya lebih ke fasilitas gudang dan peralatan banyaj yang rusak,” katanya didampingi Koordinator Kebun Benih TPH Masaran Sragen Trie Jumanto.

Soal pendapatan, datanya menyebutkan, pada 2020 dari target PAD sebesar Rp 184,32 juta terealisasi Rp 304,06 juta dengan anggaran operasional Rp 207,65 juta. Pada 2021, dari target Rp 214,28 juta terealisasi Rp 108,87 juta dengan anggaran operasional Rp 170,38 juta.

Pihak pengelola kebun benih meyakini, dengan anggaran Rp 85,30 juta, mampu mencapai target PAD Rp 285,78 juta. Karena, hingga 4 November 2022 sudah tercapai Rp 258,32 juta.

Mendengarnya, Anggota Komisi C, Sarno, mengakui persoalan kurangnya fasilitas perlu dibenahi, mengingat kebun benih melaksanakan fungsi sosial. Anggota Komisi C lainnya, Nurul Hidayah, juga mengakui hampir setiap kebun benih memiliki kendala sarana dan prasarana.

“Dalam hal ini, sudah seharusnya persoalan sarana prasarana segera dibenahi karena kebun benih itu memiliki fungsi sosial untuk sektor pertanian,” kata Nurul.

Sementara, Anggota Komisi C Siti Rosidah mengaku sangat apresiatif dengan kinerja kebun benih. Karena, hingga tahun ini penerimaan pendapatannya sudah cukup baik.

“Di tengah keterbatasan, kebun benih kinerja pendapatannya bagus,” kata Rosidah. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.