Ayam KUB Perkuat Sektor Peternakan Jateng

1 atelur1

LIHAT PETERNAKAN : jajaran Komisi B melihat peternakan ayam KUB di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah.(foto: setyo herlambang)

UNGARAN – Ayam Kampung Unggul Balitbangan (KUB) dinilai lebih unggul dibanding dengan ayam kampung biasa, terbukti hasil panen baik jenis pedaging atau petelur lebih cepat. Sangat dimungkinkan, bibit ayam KUB bisa diternak kembangkan para pengusaha peternak di Jawa Tengah dan bisa memperkuat pendapatan dari sektor peternakan.

Keinginan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jateng, Soemanto bersama anggota komisi saat belajar langsung cara beternak ayam KUB di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Senin (14/6/2021).

Soemanto melihat ayam KUB ini nantinya bisa memperkuat sektor peternakan di Jawa Tengah dengan mengembangkan bibit ayam di setiap UPT Peternakan tersebar di 35 kabupaten/ kota. Selain panen cepat, ayam KUB mempunyai varietas unggulan lain dibanding ayam kampung pada umumnya.

“Unit Pengelola Teknis (UPT) Peternakan di Jawa Tengah total 43 hektar dengan 53 titik tersebar di kabupaten kota, namun diantaranya dengan kondisi memprihatinkan terlebih belum ada inovasi bisa dirasakan. Ayam KUB banyak dilirik karena hasil telur yang dihasilkan selama satu per ekor 180 butir, sedangkan jenis pedaging dalam jangka waktu 70 hari per ekornya sudah berbobot 1000 gram, tentunya sangat menggembirakan dan bila ini dikembangkan setiap daerah maka potensi ayam kampung bisa naik potensi. Harapannya, pendapatan daerah bisa disumbang dari sektor peternakan karena ayam KUB diluar Jateng dikenal kualitas daging dan telur dengan rasa enak,” harap legislator PDI P itu.

Menjawab, Kepala BPTP Jateng Joko Pranomo menjelaskan ayam KUB adalah produk inovasi untuk mendongkrak ayam kampung agar kembali diminati masyarakat luas. Terbukti animo masyarakat cukup tinggi, banyak permintaan bibit dari berbagai daerah untuk dikembangkan secara luas dan bahkan berhasil menjual kembali dengan harga bersaing produk ayam broiler.

“Animo masyarakat cukup tinggi, terbukti permintaan bibit ayam KUB baik jenis petelur dan pedaging terus meningkat dari para peternak mandiri. Apabila dimungkinkan, kerjasama antar UPT bisa mendongkrak ayam KUB bisa lebih inovatif dalam bentuk produknya, mengingat ayam kampung mempunyai ciri khas dari mulai tekstur daging sampai telurnya,” jawab dia.(tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.