Ajak Berdayakan Perempuan, Perempuan Berdaya

IMG

FOTO BERSAMA : Tingga anggota DPRD Jateng berfoto bersama dengan PKK Desa Kedung Ringan, Suruh, Kabupaten Semarang.(foto: priyanto)

UNGARAN – Tiga anggota DPRD Jateng sepakat peran perempuan harus ditingkatkan. Perempuan memiliki peran ganda dari sosial maupun keluarga. Karena itu sudah saatnya untuk memberdayakan perempuan supaya perempuan berdaya.

Penegasan tersebut disampaikan dokter Solekha Kurniawati, Kartika Dyah Permatasari dan Danie Budi Tjahjono dihadapan PKK Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, di balai desa setempat, Selasa (30/3/2021). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari program dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jateng perihal peningkatan produktivitas ekonomi perempuan.

Dokter Solekha memaparkan perempuan memiliki hak hidup yang layak. Di bidang kesehatan pun perempuan mendapatkan hak kesehatan reproduksi didalamnya menyangkut peningkatan kelangsungan hidup ibu, bayi, dan anak (KHIBA) pencegahan penyakit menular seksual (PMS), HIV Aids, pencegahan kanker alat reproduksi (KAR) dan penanggulangan infertilitas kembalinya kesuburan pasca penggunaan alat kontrasepsi.

Tingkat pengetahuan wanita tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita yang masih rendah hal ini ditandai dengan masih adanya kematian wanita yang diakibatkan adanya keterlambatan dalam menangani permasalahan kesehatan.

Kartika menyoroti pemberdayaan di bidang politik. Bagi politikus PDIP perempuan memiliki kedudukan sama dalam berpolitik, bahkan amanat konstitusi harus memberi alokasi yang cukup besar dalam berkiprah di lembaga partai politik maupun komisi.

Bahkan partai politik memberi ruang yang besar untuk perempun untuk berkiprah. Dirinya mengakui tidak semua perempuan suka untuk menekuni partai politik. Karena itulah menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk mendorong perempuan bisa berdaya.

Sementara Danie meminta perempuan tidak minder dalam menekuni salah satu bidang. Diakui atau tidak masalah ketidakpercayaan diri masih menjadi momok oleh sebagian perempuan. “Kuncinya jangan minder. Kalau masih minder, tidak percaya diri tidak akan maju-maju,” pintanya.(priyanto/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.