Masa New Normal, Disiplin 3M Perlu Dijalankan

IMG

IKUT OPERASI.Ā Komisi A DPRD Provinsi Jateng saat mengikuti Opsgab Gakprotkes Covid-19 di Kota Surakarta, Rabu (11/11/2020), untuk mendisiplinkan warga lebih patuh memakai masker. (foto ariel noviandri)

SURAKARTA –Ā Komisi A DPRD Provinsi Jateng mengikuti kegiatan operasi gabungan penegakan protokol kesehatan (Opsgab Gakprotkes) Covid-19 di Kota Surakarta, Rabu (11/11/2020). Dalam kegiatan itu, para anggota dewan tampak antusias ikut memberikan imbauan protkes berupa pemakaian masker.

Hadir pula dalam operasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri. Pada kesempatan itu, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh mengaku sangat mendukung kegiatan operasi tersebut karena dampaknya bisa semakin menyadarkan masyarakat untuk selalu memakai masker saat ke luar rumah.

“Harapannya, masyarakat lebih sadar dan disiplin menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Jadi, ini penting dilakukan masyarakat, baik di rumah maupun di tempat umum,” kata Politikus Golkar itu.

Sementara, Quatly mengakui selama ini masih ada masyarakat yang menyepelekan protkes seperti malas memakai masker saat keluar rumah. Untuk itu, ia mendukung adanya ‘razia’ masker agar masyarakat lebih disiplin.

“Dengan adanya sanksi saat razia, maka mereka bisa sadar bahaya selama pandemi Corona ini. Karena, jika sudah terpapar Corona, tidak mudah untuk mengatasinya,” ungkap legislator dari Fraksi PKS itu.

Kepala Satpol PPĀ Kota Surakarta Arif Darmawan menambahkan kegiatan Opsgab Gakprotkes itu sesuai dengan aturan dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perwal Kota Surakarta Nomor 26 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19. Di dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa masyarakat harus mentaati 3 M.

“Disini, kami ingin menyadarkan masyarakat untuk lebih patuh menjalankan 3 M. Sasarannya, pengendara bermotor yakni sepeda motor dan mobil serta pejalan kaki. Bagi pelanggar, akan menerima sanksi, salah satunya berupa membersihkan sampah yang ada di saluran drainase,” kata Arif. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Nyoblos Pilkada, Protkes Tetap Diterapkan

    GUBERNURAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono menghadiri rapat antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Kantor Gubernur, Kamis (26/11/2020). Dalam rapat itu, salah satu pokok bahasannya adalah pentingnya penerapan protokol kesehatan (protkes) selama masa pencoblosan pilkada pada 9 Desember 2020.

  • Kemiskinan Jateng Jadi Sorotan DPRD

    SEMARANG – Penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah menjadi sorotan DPRD dalam acara ā€˜Musrenbang 2023 untuk penyusunan Rencana Pembangunan Daerah 2024 – 2026.’ Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sukirman saat memberikan sambutan, Jumat (3/2/2023) di Gedung Gradhika Bhakti Praja.Ā 

  • Garis Batas Jateng-DIY Perlu Direvisi

    SLEMAN – Garis batas Jateng dengan Daerah Istimewa Yogyakarta terutama di Kabupaten Magelang dan Sleman perlu ada penyesuaian. Acuan batas wilayah dua provinsi tersebut yakni Permendagri No 19/2006 sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

  • MEDIA TRADISIONAL: Tradisi Gunungsari Pemalang Perlu Dilestarikan

    PEMALANG – Kreativitas tanpa batas merupakan tonggak harapan agar kesenian tradisional dapat bertahan menghadapi tantangan zaman sekarang ini. Hal itu mengemuka dalam acara ‘Dialog Media Tradisional (Dialog Metra) DPRD Provinsi Jateng’ dengan tema ‘Nguri-uri Kesenian Kuda Ebeg & Seni Tradisi Gunungsari’ di Halaman Balai Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, baru-baru ini.