Covid-19 Belum Pengaruhi Kinerja Bank Jateng Cabang Ungaran

IMG 20200708

BAHAS KINERJA. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat berkunjung ke Kantor Bank Jateng Cabang Ungaran, Rabu (8/7/2020), membahas soal dampak Covid-19 terhadap kinerja perbankan. (foto sunu andhy purwanto)

UNGARAN – Dalam rangka monitoring kinerja dan pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) ke sejumlah BUMD, Komisi C DPRD Provinsi Jateng mengaku apresiatif dengan hasil yang dicapai Bank Jateng Cabang Ungaran. Pasalnya, selama melewati masa pandemi Covid-19, bank plat merah milik pemprov itu mampu menunjukkan kinerja perbankan yang baik.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro, saat memimpin rombongan dewan berkunjung ke Kantor Bank Jateng Cabang Ungaran, Rabu (8/7/2020). Saat berdiskusi dengan jajaran perusahaan, ia mengatakan saat ini pihaknya memantau pencapaian kinerja selama ada wabah Covid-19.

“Kami memantau, apakah target perbankan tersendat akibat Covid atau tidak. Karena, tidak semua OPD (organisasi perangkat daerah) atau BUMD yang bersinggungan dengan Covid,” kata Politikus Gerindra itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Bank Jateng Cabang Ungaran Yohanes Suhartono mengaku, meski kinerja perbankan cukup baik, namun pihaknya tetap mengatasi persoalan relaksasi kredit sebagai dampak Covid-19. Dalam hal ini, pihaknya tetap melihat debitur yang benar-benar membutuhkan atau debitur yang sengaja memanfaatkan situasi. Caranya, sistem jemput bola diterapkan untuk mengantisipasi  kredit macet.

“Memang, banyak debitur yang menanggapi (relaksasi kredit) dengan bermacam-macam cara. Ada yang responnya baik, ada pula yang marah-marah. Ada juga debitur yang tidak ingin mendapatkan relaksasi,” kata Suhartono.

Dikatakan, relaksasi kredit itu dapat berupa penundaan pokok, penurunan bunga, penangguhan bunga, dan penambahan jangka waktu pinjaman. “Kami tidak hanya memberlakukan relaksasi tapi tetap mengawalnya agar debitur siap untuk membayar,” ujarnya.

Secara kinerja, data Bank Jateng Cabang Ungaran per 30 Juni 2020 mencatat dari rencana dana pihak ketiga (DPK) Rp 1,45 triliun dan terealisasi Rp 1,35 triliun atau 93,17%, kredit yang disalurkan ditargetkan Rp 1,01 triliun dan terealisasi Rp 1 triliun atau 99,26%, target laba Rp 28,47 miliar dan terealisasi Rp 31,59 miliar atau 110,96%. Untuk angka non performing loans (NPL) atau kredit bermasalah sebesar 4,82% dengan angka relaksasi kredit sebagai dampak Covid-19 sekitar Rp 91,71 miliar. 

Untuk diketahui, dalam pantauan capaian PAD ke sejumlah BUMD, pada 8 Juli 2020 Komisi C membagi tugasnya menjadi 2 kelompok. Yang pertama berkunjung ke BPR BKK Ungaran dan lainnya ke Bank Jateng Cabang Ungaran Kabupaten Semarang. (sunu/ariel)

Berita Terkait

  • Pansus III Ingin Penguatan Pemenuhan Hak Disabilitas

    SURAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Jateng mulai menggali masukan untuk penyempurnaan penyusunan Raperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas. Saat pertemuan dengan Dinas Sosial Surakarta, Kamis (18/8/2022), ada sejumlah masukan untuk bisa masuk dalam materi rancangan perda.

  • Kota Magelang Tambah Pelatihan Kerja dan Job Fair

    MAGELANG – Komisi E DPRD Jawa Tengah melaksanakan kunjungan kerja tematik pengurangan pengangguran ke Kantor Wali Kota Magelang pada Rabu, (30/7/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pengurangan tingkat pengangguran di Kota Magelang. Sekretaris Komisi E DPRD Jateng,…

  • Free Hotspot Permudah Rutinitas Warga

    KAJEN – Selama kondisi pandemi Covid-19 ini, tidak sedikit warga di daerah yang mengeluhkan soal mahalnya biaya internet untuk menunjang pembelajaran ataupun pemasaran secara daring. Untuk itu, DPRD Provinsi Jateng menyerap aspirasi warga tersebut dengan menyediakan fasilitas internet gratis atau free hotspot di beberapa titik di daerah.

  • Diskusikan Ekspor Produk Lokal bersama Disperindag DIY

    YOGYAKARTA – Untuk menguatkan data dan informasi tentang tata kelola dan pemasaran produk ekspor produk pertanian, Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Provinsi DIY, Selasa (5/4/2022). Dalam diskusi itu, dibahas mengenai regulasi dan pengelolaan ekspor produk lokal.

  • RAKER RKPD 2023: Penanganan Jalur Alternatif di Pantura Timur

    GEDUNG BERLIAN – Komisi D DPRD Jateng melakukan dialong interaktif  Eksekutif dan Legislatif membahas RKPD tahun 2023 di ruan rapat komisi, lantai III, Gedung Berlian,  Rabu (13/7/2023). Pada pembahasan itu diikuti mitra kerja dengan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman, dan Dinas Perekenomian. Didampingi Bappeda Litbang, BPKAD dan Biro Bangda.