MEDIA TRADISIONAL: Tayub, Bertahan Melintasi Zaman

WhatsApp Image 2022 05 24 at 16.19.02 (1)

NARASUMBER: Anggota DPRD Jateng Yohanes Winarto menjadi narasumber dalam “Dialog Media Tradisional” di Balai Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.(foto:dewi sekarsari)

GROBOGAN – Kesenian tayub bagi warga Grobogan masih diminati masyarakat. Hanya saja untuk penarinya perlu sebuah regenerasi, supaya kesenian tradisional ini terus tumbuh berkembang melintasi zaman.  

Hal itu diutarakan oleh anggota DPRD Jateng Yohanes Winarto dalam acara “Dialog Media Tradisional” di Balai Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/5/2022).

Ia mengaku untuk tetap menjaga kesenian tradisional perlu diadakan pementasan seperti ini. Selain itu, perlu ada regenerasi juga dalam dunia seni bagaimana memiliki daya tarik tersendiri.

“Tugas kita semua menumbuhkembangkan kebudayaan tradisional, khususnya kita melestarikan. Artinya, diwadahi dengan baik karena ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan bagi Grobogan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan Ngadino menyatakan akan memberikan wadah bagi semua perkembangan kesenian tradisional. Menurutnya kesenian tayub layak dan masih bagus ditonton di Grobogan.

“Tayub masih dicintai oleh masyarakat, karena tayub sangat indah untuk dilihat. Harapan saya kita pertahankan dan kita buat untuk kedepannya lebih baik untuk digemari anak-anak kecil,” Ucap Ngadino.

Mencari kesenian yang terancam punah masih menjadi tugas bersama untuk tetap bisa melestarikan, supaya bisa menoleh pada generasi muda. Upaya seperti live streaming tetap di lakukan saat pandemi dulu, sampai sekarang sudah dibuka izin untuk menggelar event.

Selain itu, Korwilcam Grobogan Kustomo menjelaskan dulu para penari tayub hanya memakai kemben, namun dengan perkembangan zaman untuk pelestarian budaya supaya bisa diterima masyarakat bahwa tayub masih ada maka disesuaikan,

jadi arti dari tayub tari dan uyub. Karena di Grobogan ada perkembangan seni, mumpung ada yang melestarikan dan nguri-uri serta memperhatikan pelaku seni harapannya bisa mendongkrak seni di Kab. Grobogan. “Ada yang nanggap dan ada yang melihat, mudah-mudahan kessenian  di Grobogan semua bisa berkembang untuk menghibur dan menghidupi keluarga masing-masing yang bergerak di bidang seni,” katanya.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.