Kota Magelang Tambah Pelatihan Kerja dan Job Fair

IMG

MAGELANG – Komisi E DPRD Jawa Tengah melaksanakan kunjungan kerja tematik pengurangan pengangguran ke Kantor Wali Kota Magelang pada Rabu, (30/7/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pengurangan tingkat pengangguran di Kota Magelang.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Zainudin, mengatakan bahwa tujuan kunjungan mereka adalah untuk mengetahui sejauh mana proses pengurangan tingkat pengangguran di Kota Magelang.

Wakil Wali Kota Sri Harso dalam penyambutannya berharap pertemuan ini dapat menjadi salah satu sinergitas antara pemerintah kota dengan provinsi untuk menjadikan Kota Magelang lebih baik kedepannya.

Kepala Disnaker Kota Magelang Wawan Setiadi melaporkan bahwa pihaknya melakukan beberapa upaya dalam mengurangi pengangguran, di antaranya adalah dengan pelatihan-pelatihan dan juga pendampingan.

Sekretaris Disnaker Magelang, Susi, melaporkan bahwa dari jumlah penduduk 128.591 orang, yang pengangguran sebanyak 4,40% atau 2.979 orang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka pengangguran adalah dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan juga penempatan tenaga kerja.

Amin Mahsun, anggota Komisi E DPRD Jateng, menanyakan apakah di Kota Magelang juga sama seperti di Desa Purwosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, di mana masyarakat masih bisa bertani untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Wawan Setiadi menjawab bahwa tipikal penduduk desa dengan kota tentu berbeda, dan di kota, mengikuti pelatihan juga tidak bisa disebut nganggur karena itu juga salah satu faktor untuk mendorong ekonomi.

Anggota komisi E Faiz Alaudien Reza Mahardhika menanyakan apakah di Kota Magelang sudah melaksanakan peraturan yang menyebutkan bahwa Pemda wajib memperkerjakan 2% dari pekerjanya disabilitas.

Susi menjawab bahwa Kota Magelang mulai tahun ini berkomitmen untuk BUMD membuka lowongan untuk disabilitas, dan saat ini baru 6 orang disabilitas yang bekerja di BUMD.(agung/priyanto)

Berita Terkait

  • Dewan Dukung Inovasi Perkembangan Batik

    YOGYAKARTA โ€“ Industri lokal batik perlu mendapat perhatian khusus, mengingat batik merupakan produk asli Indonesia yang perlu terus dijaga kelestariannya. Dalam hal ini, Komisi B DPRD Provinsi Jateng berupaya industri lokal batik tersebut dapat berkembang di masyarakat sehingga pemasaran/ penjualannya naik signifikan.

  • DPRD Harap ‘Jateng Valley’ Segera Terwujud

    UNGARAN – Provinsi Jateng segera memiliki objek wisata alam termegah se-Asia Tenggara yakni ‘Jateng Valley’. Upaya itu diawali dengan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) di lokasi proyek yakni di Hutan Wisata Penggaron Kabupaten Semarang, Sabtu (15/8/2020).

  • Industri Film & Wisata Tak Perlu Pasrah Berdiam Diri

    JAKARTA – Bagaimana industri perfilman Tanah Air harus menyikapi tatanan baru selama pandemi Covid-19 ini? Termasuk pengembangan objek wisata yang harus terdampak sehingga kurang begitu menyehatkan. Permasalahan ini menjadi topik dalam diskusi hangat “Pandemi, Film dan Pariwisarta di Jateng” yang dihadirkan Stasiun Metro TV, Rabu (4/11/2020).

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024

    GEDUNG BERLIAN – Rapat paripurna hari ini (27/8/2024) mengagendakan beberapa pembahasan. Diantaranya Penjelasan Gubernur atas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangannya, Pemandangan Umum (PU) Fraksi atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024, Laporan Bapemperda Propemperda Tahun 2025, dan Penetapan Persetujuan Rancangan Keputusan DPRD tentang Propemperda Tahun 2025.