Lestarikan Budaya Jateng dalam ‘Borobudur Moon’

WhatsApp Image 2025 10 10 at 22.22.13

PERTUNJUKAN : Ketua DPRD Jateng Sumanto berfoto bersama dengan jajara forkopimda dalam acara Borobudur Moon 2025 di area Marga Utama Kompleks Candi Borobudur.(foto: teguh prasetyo)

MUNGKID – Ketua DPRD Jateng Sumanto hadir dalam acara Borobudur Moon 2025 di area Marga Utama Kompleks Candi Borobudur, Selasa (7/10/2025). Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang itu merupakan acara perdana dan akan menjadi event rutin setiap bulan purnama.

Didampingi Bupati Grengseng Pamuji dan Bupati Gianyar Bali I Made Mahayastra, Sumanto begitu menikmati pertunjukan seni tari yang ditampilkan oleh seniman dari Kabupaten Magelang dan Gianyar.

Dalam sambutannya, Bupati Grengseng Pamuji menyampaikan, Borobudur Moon bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang pertemuan budaya antara dua daerah istimewa, yakni Kabupaten Magelang dan Gianyar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa meski berbeda latar geografis dan bahasa, budaya tetap menjadi bahasa universal yang menyatukan, bukan memisahkan.

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya pertunjukan seni, tapi sebuah peristiwa simbolik yang menyatukan jiwa nusantara di bawah cahaya purnama Borobudur. Selain itu juga menjadi jembatan kolaborasi dalam membangun dan menjadikan budaya sebagai salah satu identitas kebangsaan kita ” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Asisten Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, memberikan apresiasi atas ide kreatif Bupati Magelang dalam menggelar Borobudur Moon.

Sujarwanto menegaskan pariwisata akan menjadi pondasi pembangunan ekonomi Jawa Tengah pada 2027. Kolaborasi lintas daerah, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memperluas dampak positif bagi masyarakat lokal, pelaku seni, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan destinasi wisata unggulan seperti Borobudur.

“Borobudur Moon dapat menjadi magnet wisatawan, sekaligus menjadi sarana promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. Jika digarap secara konsisten, kegiatan seperti ini bisa menjadi ikon baru yang menghubungkan berbagai potensi seni dan budaya di Jawa Tengah,” terangnya.

Acara yang dimeriahkan oleh ratusan penari tradisional dari Magelang maupun Gianyar Bali itu disambut meriah oleh ribuan ribuan warga masyarakat yang berbondong-bondong memadati area diselenggaranya acara.(teguh/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).