RAPAT PARIPURNA: Raperda RPJMD Jateng 2025-2029

Raperda RPJMD Jateng 2025

Dalam rapat paripurna, Selasa (3/6/2025), DPRD Provinsi Jateng mengagendakan Tanggapan Gubernur terhadap Pemandangan Umum (PU) Fraksi atas Raperda RPJMD 2025-2029. Agenda lainnya, pembentukan Pansus Raperda RPJMD.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto itu, dihadiri Sekda Sumarno bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beberapa BUMD. Memasuki agenda pertama, Sumanto mempersilahkan Sumarno untuk menyampaikan Tanggapan Gubernur.

“Memasuki acara pertama rapat paripurna, Tanggapan Gubernur terhadap PU Fraksi atas Raperda RPJMD 2025-2029. Kepada saudara sekda dipersilahkan,” kata Sumanto didampingi Wakil Ketua DPRD lainnya yakni Sarif Abdillah, Mohammed Saleh, dan Setya Arinugraha.

Dalam penyampaiannya, Sumarno mengatakan RPJMD merupakan dokumen daerah untuk menyusun rencana strategis soal tugas, pokok, dan fungsi daerah. Dikatakan, RPJMD disusun untuk menjabarkan visi dan misi gubernur yang lebih realistis dan implementatif.

“Ada 136 program daerah meliputi 11 program prioritas, 22 program intervensi, 61 program aksi, 42 program taktis. Program tersebut didorong oleh OPD dan disinergikan dengan kabupaten/ kota selama 5 tahun ke depan,” papar sekda.

Setelah penyampaian tanggapan gubernur, dilanjut dengan agenda kedua yakni pembentukan Pansus Raperda RPJMD. Dalam agenda itu, Sumanto mempersilahkan masing-masing perwakilan fraksi yang ditugaskan menjadi pansus untuk melaksanakan rapat pemilihan jabatan ketua dan wakil ketua pansus.

Usai rapat, ia mempersilahkan pansus membacakan hasil rapat. Dalam laporan pansus yang dibacakan Dedy Endriyatno dari Fraksi PKS, diputuskan Ketua Pansus RPJMD dijabat Ferry Wawan Cahyono dari Fraksi Golkar dan Wakil Ketua Pansus Dedy Endriyatno.

Berita Terkait

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Sektor Pariwisata Dioptimalkan, Tingkat Kemiskinan Diturunkan

    WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jateng sampai sekarang masih terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Wonosobo. Data Permendagri Nomor 72 Tahun 2019 menyebutkan, pada 2017 jumlah penduduk Wonosobo mencapai 858.273 jiwa dan dari angka itu, data Naskah Akademik Raperda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Wonosobo mencatat jumlah penduduk miskin pada 2018 mencapai 138.300 jiwa atau 17,58%.

  • DIALOG PROAKTIF: Wisata Religi Ungkit Perekonomian Jateng

    DEMAK – Tingginya minat masyarakat berziarah ke makam para wali ditarik dari sisi ekonomi sangatlah bermanfaat. Perputaran roda ekonomi di kawasan makam tak pernah redup. Dengan demikian diyakini wisata religi turut menyumbang perekonomian daerah. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Jateng Setia Budi Wibowo saat mengisi Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah di kompleks makam Sunan Kalijaga di Desa Kadilangu, Kecamatan Demak, Selasa (13/10/2022).

  • Samsat Purbalingga Perlu Genjot Pendapatan

    PURBALINGGA – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pantauan ke Samsat Kab. Purbalingga. Komisi C DPRD Prov. Jateng melakukakan monitoring perkembangan & pengelolaan UPPD Bapenda Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Ruang Pertemuan Samsat Kab. Purbalingga pada Kamis (2/5/2024). Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro didampingi langsung oleh Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Nadi Santoso.Â