SOSIALISASI NON-PERDA: Sektor Pariwisata Dioptimalkan, Tingkat Kemiskinan Diturunkan

Heri sosnonper

DIALOG SOSIALISASI – Heri Pudyatmoko saat memaparkan secara virtual dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pengoptimalan Sektor Pariwisata guna Menurunkan Tingkat Kemiskinan’ di Pibee Resto & Coffee Kabupaten Wonosobo, Kamis (21/7/2022). (foto cahya dwi prabowo)

WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jateng sampai sekarang masih terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di sejumlah daerah, salah satunya Kabupaten Wonosobo. Data Permendagri Nomor 72 Tahun 2019 menyebutkan, pada 2017 jumlah penduduk Wonosobo mencapai 858.273 jiwa dan dari angka itu, data Naskah Akademik Raperda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Wonosobo mencatat jumlah penduduk miskin pada 2018 mencapai 138.300 jiwa atau 17,58%.

Angka itu mengalami penurunan pada 2019 mencapai 131.300 atau 16,63% dan naik lagi selama pandemi Covid-19 mencapai 137.640 atau 17,36%. Melihat angka tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Heri Pudyatmoko mengaku prihatin karena masih banyak masyarakat miskin di salah satu daerah pemilihannya.

Menurut dia kondisi itu memprihatinkan mengingat Wonosobo secara geografis merupakan wilayah yang subur dengan berbagai potensi alamnya. Di sisi lain, jika melihat data perkembangan garis kemiskinan dari tahun ke tahun, kabupaten tersebut sebenarnya mengalami kemajuan untuk menurunkan angka kemiskinan. Namun, angka penurunannya pun belum terlalu signifikan.

β€œOleh karena itu, semua pihak dan kehadiran pemerintah sangat diperlukan dalam penurunan angka kemiskinan tersebut. Segala upaya perlu dikerahkan untuk menurunkan kemiskinan karena Wonosobo menjadi penyumbang kemiskinan terbesar di Jateng,” kata Politikus Gerindra dari Dapil XI (Wonosobo, Temanggung, & Purworejo) itu secara virtual dalam kegiatan ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Pengoptimalan Sektor Pariwisata guna Menurunkan Tingkat Kemiskinan’ di Pibee Resto & Coffee Kabupaten Wonosobo, Kamis (21/7/2022).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni menggali potensi alam yang tersedia di Wonosobo. Dicontohkannya, upaya menggairahkan kembali sektor pariwisata.

Dikatakan, sektor pariwisata perlu pembenahan agar animo masyarakat dari luar kabupaten dapat lebih mengenal objek wisatanya. Hal itu dapat dipasarkan dan digencarkan melalui medsos (media sosial).

β€œJika sektor pariwisata bergairah, maka pelaku UMKM juga akan menikmati hasilnya,” tandasnya didampingi Sumardiyo selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo bersama Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Suradi dihadapan elemen masyarakat peserta sosialisasi. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Desain Ketataruangan Daerah Harus Komprehensif dan Terencana

    YOGYAKARTA – Panitia Khusus ( Pansus ) DPRD Prov Jateng raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melaksanakan studi pendalaman ketataruangan daerah di Yogyakarta. Selama tiga hari, 18-20 Oktober, berkunjung ke tiga lokasi yakni Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di Kota Yogyakarta, Angkasa Pura Bandara YIA di Kulonprogo dan BPKH Wilayah XI Yogyakarta.

  • ‘Jogo Tonggo Kit’ untuk 469 Desa & 25 Kelurahan di Purworejo

    PURWOREJO – Sebagai upaya percepatan dalam penanganan Covid-19, DPRD bersama Pemprov Jateng kini terus menggenjot bantuan ‘Jogo Tonggo Kit’ bagi Satgas Jogo Tonggo di semua kabupaten/ kota. Seperti dilakukan DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9 (Purworejo, Wonosobo, Temanggung) di Pendopo Kabupaten Purworejo, yang memberikan bantuan Jogo Tonggo Kit kepada bupati untuk diteruskan ke sejumlah desa.

  • Perlunya Peningkatan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Publik

    YOGYAKARTA – Komisi A DPRD Provinsi Jateng masih fokus pada optimalisasi pelayanan publik. Salah satu upayanya yakni mencari data dan informasi ke Biro Organisasi Setda Daerah Istimewa (DI.) Yogyakarta, Jumat (5/6/2026), untuk mendiskusikan tata kelola pelayanan publik, penerapan teknologi informasi, penyusunan regulasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pemerintahan yang bersih (good and clean government)

  • Tokoh Kita: Bagus Ingin Jadi Orang Bagus

    SEMARANG – Bagus Suryokusumo masih mengingat betul pesan almarhum ayahnya (Bambang β€œKribo” Kusriyanto) supaya orang harus bisa bermanfaat untuk lingkungannya. Pesan itulah yang terpatri sampai sekarang duduk sebagai anggota DPRD Jateng.

  • MEDIA TRADISIONAL: Seni Gedruk, Tarian Buto yang Berkembang di Kaliwungu

    UNGARAN – Sekilas melihat kesenian Tari Gedruk dari gerak dan pakaian sama mirip dengan Tari Topeng Ireng. Kedua seni tari ini sama-sama banyak menggunakan gerakan hentakan kaki dan kelincahan si penari. Bahkan kaki dari para penari dipasangi asesoris krincing yang terbuat dari logam kuningan dengan jumlah banyak, sehingga membuat suara gemerincing saat kaki para penari dihentakkan.