Komisi E Dukung Pengembangan Green Hospital RSJD Dr Arif Zainidin

20231031131633 IMG

FOTO BERSAMA : Komisi E berfoto bersama dengan pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainidin.(foto: rafdan rahinaya)

SURAKARTA – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dipimpin Joko Purnomo meninjau langsung RSJD Dr Arif Zainidin Surakarta, Selasa (31/10/2023).

Dalam pertemuan kali ini, Tri Kuncoro selaku Direktur RSJD Surakarta membahas tentang konsep green hospital atau rumah sakit berwawasan lingkungan. Sejumlah bangunan di rumah sakit milik Pemprov Jateng tersebut berkonsep ramah lingkungan. Mulai memperbanyak ruang terbuka, taman, serta konservasi lingkungan dengan mengembangkan energi terbarukan. Konsep green hospital merupakan sistem mitigasi guna mengantisipasi perubahan iklim global. 

Tujuan penerapan green hospital untuk mewujudkan kondisi rumah sakit yang berwawasan lingkungan serta pemenuhan aspek berkelanjutan lingkungan dan menyongsong NET zero pada 2050.

“Kami sudah berhasil menurunkan emisi melalui energi dan eliminasi jejak karbon. Implementasi konsep green hospital di RSJD Dr. Arif Zainidin masih perlu meningkatkan kesadaran dan keterlibatkan semua pihak”, jelasnya.

Joko Purnomo mengapresiasi kinerja seluruh apparat termasuk tenaga Kesehatan RSJD Dr. Arif Zainidin dalam menerapkan green hospital di lingkungan rumah sakit. Ia mengharapkan dengan lingkungan rumah sakit yang bersih dan berwawasan lingkungan akan membuat nyaman pasien dan pengunjung yang datang ke rumah sakit.

“Lingkungan di RSJD Dr. Arif Zainidin sudah lebih tertata, kalo perlu di tingkatkan lagi agar seperti taman rekreasi sehingga pengunjung merasa nyaman”, jelasnya.

Menambahkan Yudi Indras Wiendarto penerapan green hospital perlu dikembangkan. Dalam melakukan pengembangan perlunya adanya tim ahli yang bertanggung jawab. 

“Untuk mengembangkan green hospital disini harus ada tim yang ahli di bidangnya. Kalo tidak maka melakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar untuk mengembangkan green hospital dengan sistem bagi hasil,” jelasnya.(ryo/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi D Soroti Perkembangan KITB

    BATANG – Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan pihak pengelola kawasan industri terpadu Batang (KITB), baru-baru ini, membahas soal perkembangan kawasan yang mampu menarik banyak investor. Seperti dikatakan Direktur Kelembagaan & Humas Fakhrur Rozi, KITB nantinya dibentuk komite khusus untuk merealisasikan area kawasan yang green, smart, modern, & sustainable. 

  • Aglomerasi Mudahkan Pemetaan Wilayah untuk Investasi

    SURAKARTA – Konsep wilayah aglomerasi Solo Raya merupakan perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah, karena akan mendorong investasi yang masuk dalam berbagai sektor dan perlu adanya dukungan infrastruktur. Sebagai informasi, aglomerasi Solo Raya meliputi Kota Surakarta sebagai sentra pusat kegiatan ekonomi disangga kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sragen juga Wonogiri.

  • MEDIA TRADISIONAL: “Warok” Wonogiri Langgengkan Kesenian Reog

    WONOGIRI – Kesenian reog tak hanya berkembang di daerah asal Ponorogo. Wonogiri pun sebagai daerah serumpun juga turut memiliki reog yang kesehor itu. Sebagaimana yang dipentaskan dalam acara Media Tradisional DPRD Provinsi Jawa Tengah, reog tampil dengan ciri khas “sangar”-nya. Pada kesempatan itu anggota DPRD Jateng Ayuning Sekarsuci hadir langsung sekaligus menjadi narasumber untuk mengulas kesenian reog.

  • Pengembangan Sarpras SMA Jadi Perhatian Komisi E

    KENDAL – Komisi E mendorong pihak sekolah untuk segera mengusulkan rencana bantuan kepada Pemprov Jateng terutama pada pengembangan sarana dan prasaran. Tidak dipungkiri, sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Jateng kekurangan sarana dan prasarana, termasuk status tanah yang kebanyakan masih milik kabupaten/kota dan bengkok.