FOCUS GROUP DISSCUSSION: Binalah Mental Juara sejak Dini

WhatsApp Image 2022 08 15 at 10.15.39 (1)

NARASUMBER JUARA: Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri jadi narasumber dalam FGD di Surakarta.(foto: dewi sekarsari)

SURAKARTA – Membentuk mental juara perlu ditanamkan sejak dini. Menjadi juara tidak harus pada sebuah pertandingan. Dan sang juara bukanlah selalu yang nomor satu. Juara adalah orang yang mampu menguasai dirinya, memiliki kematangan emosi, dan tangguh menyikapi keadaan.

Demikianlah ungkapan Wakil Ketua DPRD Jateng Quaty Abdulkadir Alkatiri saat menjadi narasumber dalam kelompok diskusi terarah atau “Focus Group Discussion (FGD) : Membina Mental Juara Sejak Usia Muda”, Sabtu (13/8/2022).

“Seseorang harus mempunyai mental juara yang siap menghadapi kehidupan sehari-hari dengan berbagai tantangan dan kesulitan artinya punya jiwa tangguh sehingga bisa fokus maka disitulah kita artikan orang itu punya mental juara. Punya komitmen yang kuat untuk menghadapi tantangan kedepannya,” ucapnya.

Kepada para orang tua pun perlu untuk membina mental-mental anak-anak menjadi juara. Pentingnya dialog kepada anak supaya bisa mengetahui kepribadian mereka. Biasakan anak diajak komunikasi. Biasakan anak diajak komunikasi, sehingga pada masanya anak itu sudah terbiasa mengendalikan emosi. Disitulah aplikasi dari mental juara. pada prinsipnya dia akan selalu fokus tenang menghadapi kesulitan.

Sementara pengamat olahraga sekaligus pemain futsal Kota Surakarta Hanif Sungkar menegaskan, peran orang tua untuk mendorong anak memiliki mental juara sangat penting. Mental juara diakuinya perlu dimiliki semua. Setidaknya saat dalam pertandingan, pemain bisa tenang, tidak grusa-grusu, bisa menguasai keadaan saat tekanan dari pihak luar (penonton).

“Mental juara itu bagi saya, bagaimana cara kita bisa menguasai pertandingan. Semua kesalahan bisa menutupinya dengan membantu teman atau ada peluang tidak menyia-siakan,” ungkapnya.

Baik Quatly maupun Hanif sepakat tanda orang memiliki mental juara adalah yang memiliki kematangan emosional, bisa menghormati/ menghargai perbedaan.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.