PRIME TOPIC: Terus Nguri-Uri Kesenian Tradisional

Image4

DIALOG RADIO : Sejumlah narasumber mengisi dialog radio mengangkat kesenian tradisional.(foto: dewi sekarsari)

SURAKARTA – Kesenian tradisional menjadi salah satu aset daerah yang harus dilestarikan. Kesenian berupa wayang, tari-tarian, tembang-tembang Jawa (macapat) mulai terlupakan tergerus arus zaman.

Karena itu sudah selayaknya pemerintah bersama masyarakat Jawa Tengah mulai mengenalkan kebudayaan dan kesenian tradisional kepada generasi milenial saat ini. Hal ini lah yang mendasari kegiatan Dialog Interaktif Parlemen “Prime Topic” dengan tema “Nguri-uri Kesenian Tradisional Jawa Tengah” di Padepokan Bangsal Seni Kranggan Makamhaji, Solo (15/10/2021). Dalam dialog menghadirkan narasumber Sumarsono (anggota Komisi E DPRD Jateng), Sinoeng N Rachmadi (Kepala Dinas Pemuda Olahraga dinasporapar), dan Warseno Slenk (pelaku seni).

Dalam keterangannya Sumarsono menerangkan, bila menilik dari sejarah kesenian harusnya memiliki tempat tersendiri dalam perspektif kebangsaan, contohnya wayang, di situ ada cerita kebangsaan, tokoh, dan pesan moral. Jiwa yang tampil di dalam wayang seni mengandung semua karakter manusia hidup.

Dalang Ki Warseno Hardjodarsono alias Ki Warseno Slenk menuturkan wayang adalah bagian kesenian yg menyampaikan pesan pesan kehidupan yg bagus, seniman seniman tradisional saat ini harus tetap terlecut untuk melestarikan, apalagi di saat pandemi ini, harus tetap semangat. Ia juga menambahkan, tembang tembang jawa juga memiliki kaidah moral yang baik, banyak lirik lirik yang berkisah mengenai norma-norma kesopanan, inilah yang menjadi tantangan kita agar anak-anak dan generasi mendatang yang saat ini terlenakan dengan gawai lebih bisa dikenalkan dengan berbagai kesenian tradisional kita.

“Di dalam wayang kehidupan sehari-hari serta pesan moral diceritakan potret dunia dalam cerita wayang. Sehingga Jateng memiliki nilai luhur bangsa ygang perlu kita gali lagi, itu sebetulnya keluhan kecil tapi sebagai seniman harus bisa membawai diri kita,” tambah Ki Warseno.

Senada, Sinoeng Nugroho mengatakan, konteks kepariwisataan tidak bisa dilepaskan dengan kesenian, Pemerintah di sini harus peduli menghadirkan kemasan seni yang sesuai dengan substansi generasi Z sehingga muncul ketertarikan akan kesenian tradisional.

Lebih jauh Sumarsono menambahkan harapan kami untuk pemerintah daerah mampu memberikan wadah yang baik untuk generasi muda dalam mengembangkan kesenian. Politikus PDIP yg akrap disapa Soni tersebut mengatakan toleransi generasi muda juga perlu diperhatikan agar antar kelompok pemuda bisa mengejawantahkan potensi potensi mereka ke hal-hal yang positif.(cahya/priyanto)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.