Kendala Teknis UNBK di Jateng 6 Layak Ditangani

1 anyar

BERI PAPARAN. Anggota Komisi E Muh Zen (kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jateng Wilayah VI Suyatno memberkan paparan terkait pelaksanaan UNBK, Senin (22/4/2019).(Foto: Priskilla Candra)

KARANGANYAR – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kembali mendapat sorotan dari Komisi E DPRD Jateng. Dewan ingin mengevaluasi pelaksanaan ujian negara tersebut dengan indikator kesiapan para pelaksana, sarana-prasarana, dan hasil yang dicapai.

Beberapa pekan ini Komisi E roadshow ke sejumlah Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jateng yang ada di enam eks karesidenan. Pada Senin (22/4/2019), mereka mengunjungi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI di Karanganyar. Rombongan Komisi E diterima Kepala Cabang Dinas Wilayah VI Suyatno.

Saat pertemuan, pimpinan rombongan Dewan, Muh Zen mengatakan UNBK pada tahun ini sudah baik terlebih pada kesiapan para guru ditunjung perangkat komputer dan jaringan internet yang memadai.

“Jika ada kekurangan saya kira bisa diperbaiki secara cepat dan teratur,” kata Zen.

Sri Marnyuni

Anggota Komisi E lainnya, Sri Marnyuni menambahkan turut menjadi evaluasi adalah siswa yang belum mengikuti ujian namun sudah keluar. Karena itu keberadaan mereka untuk tidak disepelekan. Meski hanya beberapa anak, menjadi kewajiban pemerintah supaya angka keikutsertaan mengikuti ujian negara bisa 100 persen.

“Menjadi catatan, ke depan untuk pembahasan program pelayanan bisan optimal, sumber daya pendidik dan peserta didik dapat optimal,” kata politikus PAN tersebut.

Menanggapi hal itu, Suyatno mengatakan, pelaksanaan UN selam ini telah berjalan lancar meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang kurang mulus. Ia juga mengatakan bahwa beberapa hal sudah disampaikan terkait antisipasi nonteknis.

“Hanya ada beberapa kendala kecil namun dapat teratasi,” tutur Suyatno.

Seperti diketahui, komitmen memperbaiki apa yg menjadi harapan terbaik sangat penting, adminitrasi anggaran beserta pelaksanaannya butuh keseriusan terkait dengan pendidikan di Jawa Tengah. (tyas/priyanto)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.