Jalan Layang Ganefo Solusi Urai Kemacetan Mranggen

WhatsApp Image 2021 01 28 at 13.54.57

BERI PENJELASAN : Proyek Manajer PT. Brantas Abipraya Rufika Trianto Sukmawan memberikan penjelasan kepada Ketua Komisi D Alwin Basri (kiri) di lokasi proyek jalan layang Ganefo.(foto: rvan ramayudho)

DEMAK – Komisi D beserta Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman melihat perkembangan proyek jalan layang (flyover) Ganefo, di Kecamatan Mranggen, Demak, Rabu (27/1/2021). Dalam kesempatan itu rombongan Dewan diterima Rufika Trianto Sukmawan selaku Proyek Manajer PT. Brantas Abipraya.

Ketua Komisi D Alwin Basri melihat konsep dari pembangunan jalan layang itu. Bahkan saat kunjungan berlangsung, sejumlah alat berat seperti ekscavator sedang mengeruk tanah di sekitar areal rel kereta api. Bersama Sukirman, semua anggota dewan diperkenankan mendekati lokasi proyek yang tak jauh dari Pasar Ganefo.

“Jalan layang ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di lokasi ini, terlebih lokasi ini merupakan perlintasan dengan kereta api,” ucap Alwin.

Sejak 8 Oktober 2020, flyover Ganefo Mranggen, mulai dibangun. Proyek jalan layang yang menghubungkan jalur Purwodadi, Demak dan Kota Semarang ini akan dikerjakan selama 515 hari kalender kerja. Ditargetkan pada akhir Maret 2022, jalan layang yang terletak di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, ini selesai.

Bagi Alwin, keberadaan jalan layang ini sudah dinanti warga cukup lama. Jembatan layang ini dinilai menjadi solusi mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di perlintasan rel KA Ganefo. Flyover Ganefo akan dibangun di atas rel KA dengan panjang 700 meter dengan ketinggian 7,2 meter. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 109 miliar.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.