Jaga Persawahan, Jambi Ingin Ada Raperda Sistem Pertanian

IMG 20240515 WA0029

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi B bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Jambi.(foto: nora kusuma)

JAMBI – Komisi B DPRD Jateng mengumpulkan data mengenai konsep pengelolaan pertanian di Provinsi Jambi. Hasil pendataan itu nantinya untuk memperkuat Raperda Sistem Pertanian di Jawa Tengah. Pada kunjungan Selasa (14/5/2024), Komisi B diterima Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Jambi. 

Ketua Komisi B Sarno mengungkapkan, pertanian di Jateng belum begitu menguntungkan bagi petani. Kerap kali petani mengeluhkan soal kelangkaan dan mahalnya harga pupuk, dan harga hasil panen para petani yang turun. Merespons hal tersebut Komisi B mempunyai inisiatif mengusulkan suatu raperda terkait sistem pertanian dengan tujuan agar para petani khususnya di Jawa Tengah dapat lebih sejahtera. 

“Itu yang mendasari kami melaksanakan kunjungan ini dan ingin mengetahui bagaimana kiat-kiat Pemerintah Provinsi Jambi dapat mengangkat kesejahteraan petani,” terang Sarno.

Pada kesempatan itu, Rumusdar selaku Kepala DTPHP Provinsi Jambi mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut. Pihaknya menjelaskan saat ini luas lahan baku sawah di Provinsi Jambi berkisar 60.349 Ha yang mana dari tahun ke tahun luas lahan baku sawah tersebut semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh peralihan penanaman komoditas seperti kelapa sawit dan peralihan fungsi lahan menjadi perumahan. Oleh karenanya, kami bersama DPRD Provinsi Jambi sedang mengusulkan Raperda terkait lahan pangan berkelanjutan agar lahan sawah tidak semakin berkurang dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan beras di Provinsi Jambi.

“Pemprov Jambi juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberdayakan para petani tanaman pangan, kelapa sawit, dan karet yang menjadi komoditas andalan di Provinsi Jambi”, ungkap Rumusdar.

Rumusdar mengatakan pihaknya memberdayakan para petani yang menghasilkan tiga komoditi itu dengan target pertanian berkelanjutan. Misalnya, dengan mengedukasi para petani untuk memaksimalkan produktivitas perkebunan sawit, tanpa memperluas lahan pertanian.

Data menyebutkan,sebanyak 26,45% komoditas kelapa sawit merupakan komoditas yang paling banyak diusahakan di Provinsi Jambi, diikuti dengan karet sebanyak 14,69%, dan padi sawah inbrida sebanyak 7,45%.

Menanggapi hal tersebut, Sri Marnyuni memberikan apresiasinya terhadap upaya DTPHP Provinsi Jambi yang sudah bekerja keras meningkatkan kesejahteraan petani. Pihaknya berharap upaya itu dapat menjadi masukan agar tingkat kesejahteraan juga dapat meningkat di Provinsi Jawa Tengah.(nora/priyanto)

Info Lainnya

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.