Terminal Pilangsari Dijadikan Posko Lebaran 2024

WhatsApp Image 2024 03 14 at 14.05.26

KUNJUNGAN LAPANGAN : Komisi D bersama Dinas Perhubungan dan pengelola Terminal Pilangsari berfoto bersama usai kunjungan lapangan.(foto: dewi sekarsari)

SRAGEN – Komisi D DPRD Jateng meninjau kondisi sarana dan prasarana Terminal Pilangsari Tipe B yang berada di Sragen. Peninjauan itu untuk mengetahui kesiapan Dinas Perhubungan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2024 ini.

Sekretaris Komisi D Chamim Irfani beserta romongan diterima Koordinator Terminal Ritadi pada Rabu (13/3/2024). Dalam pertemuan itu dia mengungkapkan, keberadaan terminal untuk sekarang ini berbeda kondisi dengan dua dekade lalu. Saat ini banyak terminal-terminal di sejumlah kabupaten tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Moda transportasi massal jarang keluar masuk terminal. Pun dengan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi untuk keperluan sehari-hari.

Namun demikian, lanjut dia, pemerintah tak boleh berpangku tangan dengan kondisi tersebut. Terlebih lagi terminal tipe B dibawah pengelolaan Pemprov Jateng. Karena itu dukungan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana tetap harus dilakukan.

“Kami ke terminal ini untuk melihat langsung kondisi terminal. Apakah ada hambatan yang dihadapi di Terminal Pilangsari. Harapannya saat mudik Lebaran tiba semua masyarakat merasa dipermudah dan nyaman dalam berpergian, ditambah dengan adanya fasilitas Angkutan Mudik Balik Gratis yang sudah berjalan,” ucapnya.

Ritadi menjelaskan, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran dengan berkaca dari tahun sebelumnya akan berdiri di depan terminal. Personelnya terbagi menjadi tiga sif.

“Untuk pantauan mobile kita lakukan secara berkala dengan berkolaborasi dengan dengan tim patroli, tim posko kantor balai,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Posko Kesehatan  terpusat di posko terpadu pada Simpang Empat Sukowati yang berjarak kurang lebih 300 m dari Terminal Pilangsari.

Senada, Kepala Balai Perhubungan wilayah III Surakarta, Risyanto juga turut menjelaskan kendala yang dihadapi dari segi operasional adalah keterbatasan jumlah personil terminal, sedangkan dalam sisi prasarana kendalanya terdapat banyak landasan dan kios dalam kondisi rusak sehingga pelayanan tidak maksimal.

“Kami melakukan manajemen personil sehingga pelayanan dapat optimal, dan untuk kerusakan landasan kami melakukan perbaikan sementara dengan menutup lubang-lubang yang membahayakan,” ucap Risyanto.(dewi/priyanto)

Berita Terkait

  • Bahas Isu Strategis di Polpum Kemendagri

    JAKARTA – Persoalan politik menjelang Pemilu 2024 sangat dinamis. Untuk itu, Komisi A DPRD Provinsi Jateng melakukan konsultasi terkait isu-isu strategis bidang politik dan pemerintahan umum ke Ditjen Politik & Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Senin (24/1/2022).

  • Cari Informasi untuk Raperda, BPR BKK Wonogiri Dikunjungi

    WONOGIRI – PT. BPR BKK Wonogiri menjadi rujukan bagi Komisi C DPRD Provinsi Jateng guna mendapatkan data terkait pembahasan Raperda tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat berdiskusi dengan jajaran direksi setempat, Kamis (21/3/2024), Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menyatakan Wonogiri telah memiliki instrument hukum dalam tata Kelola BUMD yakni peraturan bupati (perbup).

  • FOCUS GROUP DISCUSSION: BUMDes Siap Kelola Pasar Desa

    GETASAN – Kesiapan BUMDes untuk mengelola pasar desa masih menjadi topik hangat di Kabupaten Semarang. Bahasan itu dituangkan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, Sabtu (12/11/2022), di Joglo desa wisata ‘Kampung Susu’ Kecamatan Getasan, Sabtu (12/11/2022).

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Jalur ‘Emas’ Wisata Bandungan-Sumowono

    UNGARAN – Kawasan Bandungan-Sumowono kaya akan potensi wisata. Sejumlah objek wisata hadir baik yang dikelola, swasta, pemerintah mapun desa. Ke depan kawasan di lereng Gunung Ungaran itu patut dijadikan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang. Inilah yang menjadi topik khusus dari acara Sosialisasi Non-Perda DPRD Jateng:  Pengembangan Kawasan Bandungan-Sumowono sebagai Destinasi Wisata Unggulan, Kamis (15/9/2022) di Pendapa Kecamatan Bandungan. Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto turut hadir melalui sambungan Zoom.