Pelayanan RSJD dr. Arif Zainuddin Dipantau

SAVE 20240509

SOAL LAYANAN. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen RSJD dr. Arif Zainuddin, Kota Surakarta, Rabu (8/5/2024), membahas soal layanan kesehatan. (foto can)

SURAKARTA – Setelah mengunjungi RSUD dr. Moewardi, Komisi E melanjutkan diskusinya ke RSJD dr. Arif Zainuddin, Kota Surakarta, Rabu (8/5/2024). Tujuannya untuk mengetahui perkembangan pembangunan RSJD menjadi RSUD sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh.

Dalam hal ini, Anggota Komisi E dokter Messy Widyastuti memberi masukan agar lebih berhati-hati dalam penyediaan barang untuk perkembangan rumah sakit. “Saya hanya menyarankan jangan beli alat yang tidak ada servicenya disini. Percuma beli mahal-mahal alat di luar negeri kalau rusak tidak bisa diperbaiki, cari yang bisa diservis disini. Dan juga diperhatikan bila beli alat macam-macam, tetap harus ada orang yang merawat dan menggunakan dengan baik,” tegasnya.

Anggota Komisi E lainnya, Joko Purnomo, juga menegaskan agar rumah sakit terus berkomunikasi dengan Komisi E dalam rancangan dan rencana anggarannya. “Saya harap Komisi E diajak untuk komunikasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan kepada TAPD lewat RAPD. Selama ini, Komisi E hanya langsung tahu totalnya seberapa. Sekali-kali besok sebelum disampaikan TAPD lewat RAPD, Komisi E diajak rembugan dulu,” tegas Joko.

Sementara, Abdul Hamid selaku Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng berharap RSJD dr. Arif Zainuddin bisa terus berkembang untuk peningkatan pelayanan masyarakat. “Dari dokter Messy sudah memberi masukan mengenai pelayanan dan Pak Joko memberi masukan masalah anggaran. Saya hanya berharap nantinya rumah sakit ini bisa menjadi andalan masyarakat Jateng dalam pelayanannya kepada masyarakat, setelah semua pembangunan selesai,” harap Hamid, sapaannya.

Sebagai informasi, RSJD dr. Arif Zainuddin diresmikan pada 17 Juli 1919 dan diresmikan terpakai dengan nama ‘Doorganghuis Voor Krankzinniger.’  Luas lahan 10 hektare, kapasitas 260 tempat tidur, dan 21 ruang periksa klinik rawat jalan dengan jumlah SDM 523 orang.

Rumah sakit ini sudah terakreditasi A sebagai institusi penyelenggara pelatihan. RSJD dr. Arif Zainuddin saat ini sedang berupaya menggapai predikat WBM (Wilayah Bersih Melayani), yang sebelumnya mendapat penghargaan WBK (Wilayah Bebas Korupsi). (bintari/ariel)

Berita Terkait

  • KPU Sukoharjo Siapkan Protokol Kesehatan di Tiap TPS

    SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah yang akan menggelar perhelatan pemilihan bupati/ wakil bupati (pilbup) pada tahun ini. Dari hasil pantauan Komisi A DPRD Provinsi Jateng ke KPU Kabupaten Sukoharjo, Rabu (7/10/2020), pihak penyelenggara pilbup sudah melakukan persiapan secara matang, termasuk penerapan protokol kesehatan di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

  • BPHN Apresiasi JDIH Setwan Jateng

    PRODUK HUKUM. Setwan Provinsi Jateng bersama BPHN di Ruang JDIH, Lantai 2 Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (6/3/2023), membahas soal produk hukum. (foto ariel noviandri) GEDUNG BERLIAN – Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkum HAM menyambangi Gedung Berlian, tepatnya di…

  • MEDIA TRADISIONAL: Terus Kembangkan Tari Sintren dan Tari Renggong Manis

    KAJEN – Anggota Komisi B DPRD Jateng Pujo Widiono mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong kesenian tradisional daerah khususnya Kabupaten Pekalongan agar semakin berkembang, bertahan, dan dilestarikan oleh para seniman generasi muda. Hal tersebut disampaikannya dalam pentas kesenian Tari Sintren dan Tari Renggong Manis yang berlangsung di Sanggar Seni Linggo Laras, Desa Linggo Sari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (23/10/2022).