Drainase di Pasar Bandarjo dan Babadan Mendesak Ditangani

1 abandungan1

DISKUSI: Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bersama Dinas PU Bina Marga Jateng dan stakeholder terkait berdiskusi soal pengelolaan sarana dan prasarana di Kabupaten Semarang.(Foto: Azam Adim)

UNGARAN – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto meminta ada percepatan untuk membenahi drainase di depan Pasar Bandarjo (Ungaran) dan Pasar Babadan (Babadan) di Kabupaten Semarang. Hal tersebut disampaikannya saat audiensi antara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, serta Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto

Bambang menyebutkan kondisi saluran pembuangan air di depan Pasar Bandarjo sekarang ini sudah tidak maksimal usai adanya perbaikan jalan oleh Kementerian PUPR di Jalan Nasional Semarang-Solo. Bila debit air besar atau saat hujan lebat, penampang saluran tidak bisa memuat debit air. Akibatnya, air kerap melimpas ke dalam pasar.

“Dulu awalnya depan saluran pembungan depan pasar Bandarjo mengalir ke sungai yang ada di depan Mall, tapi sekarang tertutup jadi waktu hujan kemarin air masuk ke pasar. K ami berharap bisa diselesaikan bersama, karena ini jalan Nasional.” Ungkap politisi PDI Perjuangan itu. Selasa (21/01/2020).

Selain membahas penanganan saluran air di Pasar Bandarjo dan Pasar Babadan, Bambang juga berharap ada sinergitas antara Pemkab Semarang dengan Pemprov Jateng mengenai pengelolaan infrastruktur di kompleks objek wisata Bandungan. Terlebih lagi ada relokasi pasar Bandungan lama ke tempat baru. Karena itu dibutuhkan koordinasi daerah dengan provinsi supaya pengelolaan wisata di kawasan lereng Gunung Ungaran menjadi lebih maju.

“Itukan ada jalan provinsi penunjang kompleks pariwisata potensial. Kalau tidak kita tata bersama, nanti akan semakin padat, bisa sampai macet total. Nah mumpung ini, katanya target pemindahan Pasar akhir pekan kedua setelah Lebaran,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Jawa Tengah AR Hanung Triyono akan melaksanakan koordinasi lanjutan dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang. Dimulai dengan pembuatan detail Engineering design (DED) peningkatan jalan di Bandungan yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

“Kita akan survei dulu, untuk bisa jelas gambaran peningkatan seperti apa. Apakah kita maksimalkan lebar jalan sampai Rumija. Kemudian bagaimana saluran pembuangan airnya,” Katanya.(azam/priyanto)

Berita Terkait

  • Pelibatan Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Penting

    JADI NARASUMBER : Anggota Komisi D Samirun menjadi narasumber dalam Dialog Parlemen di Studio Berlian TV.(foto: dewi ss) GEDUNG BERLIAN – Apakah Jateng sudah darurat sampah? Pertanyaan itu mengemuka dalam dialog parlemen yang disiarkan dari Studio Berlian TV, Kamis (28/10/2021)….

  • UPPD Wonosobo & Banjarnegara Lampaui Target Penerimaan

    BICARA KINERJA. Komisi C DPRD Jateng saat berkunjung ke UPPD Wonosobo, Kamis (4/4/2019), membahas soal kinerja. (foto sunu andhy purwanto) WONOSOBO – Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui target yang dihasilkan jajaran Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Wonosobo dan…

  • Listrik Jadi Kendala UNBK di Kendal, Batang, dan Pekalongan

    BERI PAPARAN. Anggota Komisi E Muh Zein Adv memberikan paparan di hadapan pengurus Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jateng XIII di Kendal, Jumat (5/4/2019).(FOTO: Priyanto) KENDAL – Komisi E DPRD Jateng menilai secara keseluruhan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan…

  • Kunjungi Kepri, Bahas Kinerja Pengawasan KPID

    BATAM – Komisi A DPRD Jateng melihat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) mempunyai peran vital dalam mengawasi isi setiap informasi atau berita yang disiarkan oleh lembaga penyiaran. Hal itu dimaksud sebagai penyaring atau filter muatan yang kadang kala memuat isu radikalisme terlebih lagi jika daerah tersebut berbatasan langsung dengan luar negeri.

  • Komisi C Akan Dorong BUMD Turut Tangani Kemiskinan di Kebumen

    KEBUMEN – Kabupaten Kebumen perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penanganan kemiskinan. Komisi C DPRD Jateng pun berupaya turut mencoba mendorong BUMD supaya memaksimalkan CSR atau dana pertanggungjawaban sosial untuk bisa membantu pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan.