Komisi E Apresiasi BPBD Bantul Mitigasi Bencana

WhatsApp Image 2025 11 04 at 14.39.32

BANTUL — Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (3/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem penanganan dan penanggulangan bencana yang diterapkan oleh BPBD Bantul sebagai daerah yang dinilai mampu melakukan mitigasi bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Antoni Hutagol selaku Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Perbekalan BPBD Bantul menjelaskan, pihaknya selalu siaga menghadapi potensi bencana alam seperti cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“BPBD Bantul memiliki 80 posko yang tersebar di 75 desa untuk mendukung penanganan cepat di wilayah rawan bencana, termasuk di daerah Serandakan dan Imogiri yang masih mengalami kekeringan,” jelasnya.

Sementara itu, Ribut Bimo, Sekretaris BPBD Bantul, menambahkan tantangan utama yang dihadapi ialah perubahan kondisi geografis wilayah berupa penurunan tanah terjadi sekitar 30 sentimeter per tahun. Lebih lanjut, Kepala BPBD Bantul Mujahid menjelaskan bahwa pihaknya berupaya maksimal meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi ke daerah-daerah yang berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami seperti Piyungan, Imogiri, dan Pleret. Muhammad Nurcholistiani, Kasubag Umum menambahkan bahwa pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dari sisi pemerintah provinsi, Irawan Kurnianto, S.STP, Kasubag Umum BPBD Provinsi Jateng, menuturkan pihaknya terus memantau potensi rob dan banjir musiman di wilayah pesisir. Berdasarkan laporan Kompas, beberapa kota pantura berpotensi mengalami penurunan permukaan tanah yang signifikan.

Yudi Indras, Wakil Ketua Komisi E menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapsiagaan BPBD Bantul. Dipa Yustia, anggota Komisi E menilai bahwa Kota Bantul memiliki keunggulan dalam kesiapsiagaan bencana tsunami.

BPBD Bantul diketahui juga telah melakukan berbagai upaya pengurangan risiko bencana, antara lain pemasangan rambu evakuasi dan papan informasi, pembentukan Kalurahan Tangguh Bencana, pendampingan Tsunami Ready Community, pemeliharaan sirene peringatan dini tsunami, serta pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana dan gladi kesiapsiagaan.

Kabupaten Bantul sendiri berpotensi diguncang gempa bumi hingga 8,8 Mw yang dapat memicu tsunami dengan ketinggian mencapai 18–22 meter. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana besar tersebut melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Di akhir kunjungan, Dr. Messy menjelaskan bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bersama antara Pemprov Jateng dan BPBD Bantul untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah agar lebih tangguh, responsif, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.(ganang/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.