PROAKTIF : Isnaeni Ingin Hok-Ya Jadi Wadah Kesenian Wonosobo

WhatsApp Image 2024 06 12 at 18.40.40

KUMPUL SENIMAN : Anggota DPRD Jateng Isnaeni saat berkumpul dengan seniman yang tergabung dalam Hok-Ya di Wonosobo.(foto: azhar alhadi)

WONOSOBO – Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Isnaeni  tak melupakan seniman-seniman yang ada di Wonosobo. Melalui sebuah wadah yang dinamakan Hok-Ya, dia ingin tempat itu menjadi sebuah embrio untuk membesarkan kesenian di tanah kelahirannya itu.

Tidak mudah membesarkan Hok-Ya. Ia merintis dengan mengumpulkan satu per satu seniman serta kelompok keseniannya. Dan akhirnya nama Hok-Ya dikenal luas oleh masyarakat yang tinggal di daerah berhawa dingin itu. Nama Hok-Ya sebenarnya bahasa gaul dari masyarakat di lereng Gunung Sindoro-Sumbing saat mengapresiasikan rasa senang, bahagianya terhadap sesuatu. Biasanya diapresiasikan melalui tarian atau joget.

“Masyarakat sini (Wonosobo), kalau melihat sesuatu yang senang biasanya spontan berucap hok ya. Akhirnya kami jadikan nama wadah kesenian di sini,”ucapnya.

Bahkan Isnaeni menggelar acara pentas akbar barisan dari paguyuban kesenian Hok-Ya. Menurut ia, kesenian sekarang masih dalam tingkatan seperti kamu marjinal yang belum diangkat derajatnya dari semua kalangan. Maka dari itu ia selalu mengangkat kesenian supaya derajatnya terangkat.

“Kesenian di sini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Tari Bangilun Putri, Tari Jaranan dan ikonnya Wonosobo yaitu Tari Lengger. Saya harap dengan acara seperti ini kesenian itu tetap dibudaya supaya tidak punah dan terkikis oleh budaya modern. Terbukti dengan pentas seni ini, anak muda-mudi di wonosobo juga ikut serta melestarikan budaya kesenian ini, slogan ora mlengger ora maer ora  ngimblik ora asik akan selalu disuarakan oleh penerus generasi muda di Wonosobo,” ujar Isnaeni.

Ditemui di kediamannya, Wonosobo, Jumat (7/6/2024), Isnaeni menceritakan perjalananya dari awal hingga kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Ia mencaritakan berbagai macam aspirasi yang diangkat dari permintaan masyarakat. Salah satunya mengenai infrastruktur yaitu Jalan beton yang sangat berguna bagi warga sekitar.

“Ya beginilah kondisinya setelah terealisasi pembuatan jalan beton untuk warga sekitar,  yang dimana kondisi sebelum di beton adalah jalan tanah biasa, permintaan warga memang beton, karena kalau aspal ketahanannya lebih singkat daripada beton, dan jalan ini pun melingkar menghubungkan dua desa. Alhamdulillah jalan ini sangat membantu dari segi ekonomi warga, mobilitas pertanian jadi tidak terhambat,” ucapnya

Di saat meninjau hasil realisasi aspirasi beton, Isnaeni juga menyempatkan diri untuk melihat hasil aspirasi lainnya yaitu berupa rumah ibadah masjid yang telah direalisasikan olehnya dengan bantuan warga setempat. Masjid tersebut telah berdiri kokoh dengan hasil tanah wakaf dari keluarga Isnaeni pribadi, pembangunan masjid dikelola swadaya masyarakat dengan juga dana bantuan dari pemerintah provinsi.(azhar/priyanto)

Berita Terkait

  • Diskusikan Desa Wisata bersama DLH Cirebon

    CIREBON – Pasca pandemi ini, geliat wisata di Kampung Sabin Kabupaten Cirebon sudah mampu menarik animo masyarakat untuk berkunjung. Meski baru berdiri kurang lebih 1 tahun, pihak pengelola tetap berupaya membuat daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

  • Jateng Didorong Perbanyak Desa Ramah Perempuan & Anak

    KABUPATEN CIREBON – Tahun 2022 Kabupaten Cirebon ditunjuk oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menjadi pilot project pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Dua desa yang ditunjuk yakn Desa Babakan Gebang di Kecamatan Babakan dan Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon.

  • DPRD Jateng & DIY Bahas Layanan Kependudukan Pasca Bencana

    GEDUNG BERLIAN – Layanan kependudukan di tengah kondisi bencana menjadi topik utama dalam pembahasan Komisi A DPRD Provinsi DIY saat berkunjung ke Gedung Berlian, Senin (9/11/2020). Saat diterima Kabag Umum Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng Edy Iswanto bersama Dispermasdesdukcapail dan Biro Pemerintahan-Otda Setda Provinsi Jateng,
    Eko Suwanto selaku Ketua Komisi A DPRD Provinsi DIY mengatakan pihaknya ingin mendapat masukan dan informasi mengenai pelayanan kependudukan di Provinsi Jateng, khususnya di tengah kondisi bencana.