MEDIA TRADISIONAL : Jatilan Warok Masih Jadi Ikon di Temanggung

WhatsApp Image 2024 06 08 at 18.15.51

BERI PAPARAN : Anggota DPRD Jateng M Ngainirrichadl memberi paparan mengenai kesenian daerah di Desa Kasihan, Temanggung.(foto: chairul amin)

TEMANGGUNG – Masyarakat Dusun Kasihan, Desa Mudal, Kecamatan Temanggung, menyemut di salah satu tanah lapang, Sabtu (8/6/2024). Anak-anak, remaja, kalangan tua datang berduyun-duyun hanya untuk melihat kesenian jatilan yang tersohor di Temanggung.

Anggota DPRD Jateng M Ngainirrichadl sengaja memilih jatilan pada kegiatan sosialisasi Media Tradisional karena kesenian tradisional itu sudah akrab dengan masyarakat di sekitar eks karesidenan Kedu.

“Masyarakat di sini (Temanggung) setiap ada pentas jatilan tidak pernah sepi apalagi bosan. Bagi saya dengan melihat antusiasme masyarakat serta pengkaderan senimannya, saya yakin kesenian jatilan tidak akan musnah apalagi ditinggal penonton,” ucapnya yang kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi B itu.

Bahkan tokoh Temanggung Ahmad Syarif Yahya saat memberikan sambutan menegaskan masyarakat yang tinggal di lereng Gurung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi, masih tetap mempertahankan kesenian tradisional terutama jatilan sebagai salah satu bentuk kearifan local, nguri-uri budaya.

“Jatilan atau kuda kepang ini bentuk kesenian peninggalan leluhur yang wajib dijaga oleh kita semua. Aja nganti wong jawa ilang jawane,” kata dia.

Pada kesempatan itu kesenian jatilan menghadirkan kelompok Kumbang Kinasih dengan mengangkat pengembangan kreasi  jatilan wiroyudho. Dipaparkan Ngaliman, jatilan wiroyudo itu kreasi baru dari jatilan warok yang ada di perbatasan Yogyakarta-Jateng. Ciri khas yang unik, meski kategori Jawa bagian Ponorogo tetapi pakaian memasukkan khas Bali. Bahkan sejumlah karakter Bali-nya sangat kentara ada Rangda, barong, topeng tua.

“Meski demikian itu hanya pengembangan kreasi. Jatilan masih tetap dengan karakter yang sama yakni warok, kuda kepangnya, pecut samandiman. Dan sebagai waroknya, para penari berambut gondrong, kumis tebal, serta warna merah,” ucapnya.(amin/priyanto)

Berita Terkait

  • Rumusan Raperda Perubahan Hukum PT PRPP Diujipublikan

    SALATIGA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan uji publik Raperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng menjadi Perseroda, untuk memperoleh masukan dari terutama Dinas-dinas Kepariwisataan se-Jateng. Ditargetkan akhir tahun ini rumusan rancangan perda tersebut dapat disahkan.

  • Sarpras SMAN 2 Salatiga Belum Memadai

    SALATIGA – Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke SMA Negeri 2 Kota Salatiga, Senin (12/8/2019), untuk melihat perkembangan sarana/ prasarana (sarpras) sekolah pasca alih status kewenangan dari pemkab/ pemkot ke pemprov. Dalam pantauan itu, Anggota Komisi E Sumarsono mengatakan pengajuan proposal kebutuhan sapras sekolah tetap diseleksi.

  • Penanganan Jalan di Wilayah Perbatasan Jadi Prioritas

    CIREBON – Penanganan jalan dan jembatan di wilayah utara timur Jawa Barat menarik perhatian Komisi D DPRD Jateng. Kawasan itu berdekatan dengan perbatasan Jateng di wilayah utara Barat. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Komisi D dengan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wil. Pelayanan VI Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Prov. Jabar, Jumat (20/10/2023).

  • ASPIRASI JATENG : Berdayakan Perempuan, Perempuan Berdaya

    SURAKARTA – Peran perempuan saat pandemi Covid-19 mempunyai tugas yang sangat berat. Diakui atau tidak, peran itu banyak diamini oleh semua ibu. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kualitas Hidup dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah Sri Dewi Indrajati saat menjadi narasumber dialog televisi “Aspirasi Jateng : Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19” di Stasiun TATV Surakarta, Selasa (8/2/2022).