ASPIRASI JATENG : Berdayakan Perempuan, Perempuan Berdaya

WhatsApp Image 2022 02 08 at 19.50.36

JADI NARASUMBER : Anggota Komisi B Kadarwati menjadi narasumber dalam dialog televisi Aspirasi Jateng: Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi” di TATV Surakarta. (foto cahya dwi prabowo)

SURAKARTA – Peran perempuan saat pandemi Covid-19 mempunyai tugas yang sangat berat. Diakui atau tidak, peran itu banyak diamini oleh semua ibu. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kualitas Hidup dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah Sri Dewi Indrajati saat menjadi narasumber dialog televisi “Aspirasi Jateng : Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi Covid-19” di Stasiun TATV Surakarta, Selasa (8/2/2022).

“Kondisi perempuan saat pandemi cukup berat. Ada tugas yang kesemuanya menjadi tugas perempuan terutama ibu. Pertama memastikan semua keluarga sehat. Ini bukan perkara mudah, mengingat perempuan harus terlebih dulu sehat. Kedua memastikan anak-anak bisa sekolah. Sering ada ungkapakan stres harus mengajarkan anak. Ketiga memastikan ekonomi kuat. Bagaimana tidak pandemi memaksa perempuan harus keluar rumah,” ucapnya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Kadarwati turut mengamini perempuan harus bisa berdaya. Berdaya itu menurutnya supaya ada kemampuan perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya. Tujuannya supaya perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah, sehingga mampu membangun kemampuan dan konsep diri. Pemberdayaan perempuan merupakan sebuah proses sekaligus tujuan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan tidak akan terlepas dari pemberdayaan masyarakat.

Sementara dari sudut pandang aktivis dilontarkan Ketua Yayasan Kakak Surakarta, Shoim Sariyati, perempuan harus melek pengetahuan supaya tidak menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual. Dari laporan serta pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kasus terjadi karena minimnya pengetahuan.

“Sekarang muncul pelecehan seksual melalui media online. Maka perempuan harus memiliki pengetahun supaya tidak mudah jadi korban,” ucapnya.

Kadarwati sepakat memberdayakan perempuan menjadi kewajiban dan perempuan berdaya pun menjadi keharusan seiring perkembangan zaman dan pengetahuan.(ayuutami/priyanto)

Info Lainnya

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.