Desa Wisata Gunungsari Madiun Layak Ditiru

SAVE 20240505

DESA WISATA. Komisi B DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Desa Wisata Gunungsari Kabupaten Madiun, Selasa (2/4/2024). (foto rahmat yasir widayat)

MADIUN – Komisi B DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Desa Wisata Gunungsari Kabupaten Madiun, Selasa (2/4/2024). Ketua Komisi B, Sarno, mengungkapkan pihaknya ingin melihat secara langsung pengelolaan desa wisata tersebut mengingat publikasi di media sosial sangat menarik.

“Alhamdulillah, menarik sekali ini, mereka dari ketuanya menceritakan awal terbentuknya sampai sekarang sudah memiliki aset dan omset yang lumayan dan mereka bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya di Desa Gunungsari ini,” ungkapnya.

Salah satu yang menjadi poin adalah mereka mengelola desa wisata dengan melestarikan atau nguri-uri adat istiadat di Desa Gunungsari ini. Upaya pelestarian itu dengan mengenalkan wisatawan beberapa kegiatan seperti kendurinan, hajatan mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal, dan tasyakuran melahirkan. Dari kondisi itu, banyak permintaan dari wisatawan luar negeri untuk berkunjung.

“Nah, hal ini kita harapkan desa wisata di Jateng bisa menirunya. Bahkan, makanan yang disajikan tiap hari minggu di Pasar Pendemsari ini betul-betul olahan lokal,” katanya.

Menurut dia, yang cukup menarik yakni pedagang dilarang menggunakan bungkus dari plastik. Mereka menggunakan bungkus dari daun pisang, daun jati, dan daun ploso. Semangat itu untuk mengurangi limbah sampah plastik, mengingat plastik sulit sekali untuk diuraikan.

“Saya sangat senang sekali kalau ini bisa dilaksanakan di Provinsi Jateng, ” harapnya.

Selain hal itu, Desa Wisata Gunungsari juga merupakan desa wisata mandiri. Mereka tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah untuk mengelola desa wisata.

Justru, mereka cenderung menghindari bantuan agar bisa berdikari. Sementara di Jateng, desa wisata berdiri hanya untuk mengakses bantuan saja dan setelah itu tidak berlanjut.

“Kalau di sini mereka mandiri, tidak tergantung dengan bantuan pemerintah. Nah, ini kan betul-betul membuat anggotanya bersemangat untuk berjuang, bagaimana omset pemasukan di desa wisata Gunungsari ini,” pungkasnya. (teguh/ariel)

Berita Terkait

  • DPRD Inisiasi Raperda Penanganan Konflik Sosial

    KARANGANYAR – Konflik sosial kerap menjadi pemicu permasalahan daerah. Ketidakadilan, kesenjangan sosial-ekonomi, maupun ketidakterkendalian dinamika kehidupan politik merupakan embrio dari cekcok, perselisihan, maupun pertentangan antarorang dan kelompok masyarakat.

  • SOSIALISASI PERDA: Perda No. 2/2021 Guna Melindungi Perempuan

    SUKOHARJO – Pemerinntah kabupaten dan kota hendaknya untuk segera membuat aturan turunan mengenai telah disahkannya Perda No 2/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan. Peraturan tersebut telah disahkan DPRD Jateng pada 11 Januari 2021 dengan demikian masing-masing daerah sudah harus memiliki perda tersebut.

  • Jateng Berhasil Selenggarakan ASG XI

    MUNGKID – Pesta olahraga pelajar tingkat Asia Tenggara, ASEAN Schools Games (ASG), resmi purna. Komisi E DPRD Jateng menghadiri langsung upacara penutupan di Lapangan Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Rabu (24/7). Selanjutnya ASG akan digelar kembali pada 2020 di Kota Dumaguate, Filipina.

  • Sadari Jatidiri Bangsa untuk Hindari Konflik Sosial

    KLATEN – Pembahasan konflik sosial menjadi topik utama dalam diskusi yang digelar Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Senin (22/2/2021), di Hotel Tjokro Kabupaten Klaten. Diskusi yang mengambil tema ‘Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Penyelesaian Konflik Sosial’ itu menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri bersama Anggota DPRD dari Dapil 7 diantaranya Sri Marnyuni, Mujaeroni, dan Kadarwati.