MEDIA TRADISIONAL: Bersama Lestarikan Kuda Kepang Khas Sumogede Kebumen

20230810160144 IMG

KUDA KEPANG. Bambang Eko Purnomo saat menikmati kesenian Kuda Kepang di Halaman Balai Desa Sumogede Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen, Jumat (11/8/2023). (foto ariel noviandri)

KEBUMEN – Dimanapun daerahnya, kesenian Kuda Kepang selalu mampu menyedot animo warga. Tak terkecuali di Desa Sumogede Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen, meski kesenian itu tampil dibawah terik matahari, namun warga desa tetap berduyun-duyun untuk menonton tradisi asli tersebut.

Digelar di halaman balaidesa, Jumat (11/8/2023), para penari Kuda Kepang melenggak lenggok menghibur warga yang berdesakan di dalam dan luar halaman. Alunan gamelan yang mengiringi Kuda Kepang itu semakin membuat ramai Balai Desa Sumogede.

Dalam sambutannya, Kades Desa Sumogede Samsi mengaku sangat apresiatif atas perhatian DPRD Provinsi Jateng yang telah menggelar kesenian tradisional di desanya. Ia menilai, dengan adanya gelaran itu, DPRD sudah ikut melestarikan kesenian tradisional khas Sumogede Sempor.

Ia juga sangat berterima kasih atas bantuan satu set gamelan dari Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo. Menurut dia bantuan itu merupakan upaya nyata dari Anggota Dewan yang perhatian terhadap perkembangan seni dan budaya tradisional. 

“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan untuk paguyuban seni Kuda Kepang Desa Sumagede,” kata kades tersenyum.

Yoso Raharjo selaku Camat Sempor juga berharap DPRD dapat menggelar secara rutin kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Dengan begitu, upaya pelestarian Kuda Kepang tetap menjadi perhatian khusus dari DPRD.

“Ke depan, kami tetap berharap kegiatan serupa bisa digelar. Kami sangat mengapresiasinya, terlebih digelar secara kolosal. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya sekali tapi dapat dilakukan secara rutin,” harap Yoso, yang juga hadir dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional DPRD Provinsi Jateng.’

Menanggapi sambutan dari perangkat desa dan kecamatan itu, Bambang Eko Purnomo mengatakan bahwa upaya pelestarian seni dan budaya tidak hanya tanggungjawab pemerintah semata tapi semua pihak-pihak terkait. Karena, dengan bersama-sama memperhatikan seni dan budaya, maka dampaknya dapat semakin menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Ini tidak hanya gelaran kesenian semata tapi dampaknya bisa lebih memupuk rasa persaudaraan diantara kita,” tegas B.E.P, sapaan akrabnya. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Bawaslu Blora Awasi Distribusi Pemilu

    BERI PAPARAN. Mugiyono bersama Amir Darmanto memberikan paparan di hadapan Bawaslu Blora, Jumat (29/3/2019).(Foto: Fajar Chris) BLORA – Menghitung mundur Pemilu serentak 2019, Rabu (17/4/2019), tinggal 17 hari terhitung dari Jumat (29/3/2019). Komisi A DPRD Jateng menekankan kepada penyelenggara pemilu…

  • Optimalisasi Aset sampai Keringanan Pajak UMKM Jadi Rekomendasi

    SURAKARTA – Rapat koordinasi (Rakor) pendapatan antara Pemerintah Provinsi bersama DPRD Jawa Tengah selama tiga hari (8-10/3/2021) di Surakarta, menghasilkan beberapa poin kebijakan. Rapat ditutup oleh Ketua DPRD Bambang Kusriyanto dengan turut disaksikan Plt Sekda Prasetyo Aribowo, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sri Sulistyowati dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Soemarno.

  • Penambangan Ilegal di Kali Gung Tegal Resahkan Warga

    SLAWI – Penambangan ilegal di Kali (Sungai) Gung kini sudah memasuki tahap yang serius. Pasalnya, akibat penambangan di kali yang berada di Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal itu, sudah memakan korban jiwa dan banyak yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat sekitar

  • Belajar Anti Korupsi DPRD Jateng Hadirkan KPK

    ARAHAN KETUA. Ketua DPRD Jateng memberikan sambutan dan arahan kepada Anggota DPRD Jateng dalam Workshop DPRD Jateng (Foto: Amin) MAGELANG – Meningkatkan semangat untuk tidak melakukan Korupsi serta pencegahan korupsi, DPRD Provinsi Jawa Tengah mendatangkan langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut…

  • Usai Upacara HUT Jateng, Rapat Paripurna Digelar

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Jateng menggelar rapat paripurna, Kamis (15/8/2019), dengan agenda penyampaian nota keuangan rancangan perubahan APBD Jateng 2019. Agenda lainnya yakni pandangan akhir gubernur dan laporan pansus terhadap persetujuan penetapan Raperda Sistem Kesehatan Provinsi dan Raperda Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi perda.