Dialog Interaktif: Banjir, Riwayatmu Dulu

WhatsApp Image 2020 01 28 at 14.14.19

JADI NARASUMBER: Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menjadi narasumber dalam dialog interaktif radio, Selasa (28/1/2020).(Foto: Teguh Prasetyo)

GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman tak bosan-bosan untuk kembali mengajak semua elemen memiliki kesadaran dalam hal pencegahan banjir.

Wakil Ketua DPRD H Sukirman

Berangkat dari daerah pemilihan (dapil) yang kerap menjadi langganan banjir dan rob yakni Kota Pekalongan, Sukirman merasakan betul kesengsaraan dalam menghadapi banjir. Karena itulah, ia terus meminta kepada pemerintah daerah, masyarakat dan semua elemen agar masalah banjir harus tertangani secara tuntas.

Masalah ini mengemuka dalam dialog interaktif radio dengan topik “Banjir, Riwayatmu Dulu”, yang disiarkan secara langsung dari lobi Lantai IV Gedung Berlian DPRD, Selasa (28/2/2020).

menjadi narasumber dalam dialog interaktif DPRD Jateng

Dia mengemukakan, sebenarnya banjir bisa terjadi di daerah mana pun. Banjir itu sendiri bisa datang secara tiba-tiba. Bagi daerah-daerah di pesisir utara Jawa, banjir jadi langganan karena daerah tersebut mengalami penurunan muka tanah. Ditambah lagi saluran-saluran yang mampat, aliran sungai yang tak normal, menambah biang permasalahan lingkungan.

“Karena akhir- akhir ini curah hujan di Jawa Tengah meningkat cukup tinggi, maka banyak daerah yang terkena banjir, diantaranya adalah Grobogan, Demak dan juga Pekalongan. Pemerintah provinsi Jawa Tengah harus mampu menjadikn Banjir di Pekalongan khususnya dan Jawa Tengah Pada umumnya menjadi sebuah ‘riwayat’, agar ke depannya banjir tak lagi terjadi dan biarkan menjadi sebuah riwayat saja,” ucapnya.

Sebenarnya masalah banjir ini mampu diprediksi dan bisa dicegah. Banjir yang terjadi adalah sebagian besar karena ulah manusia yang kurang menyadari pentingnya menjaga lingkungan, baik itu tidak membuang sampah sembarangan ataupun tidak dengan serakah menebang pohon di hutan dengan sembarangan.

Upaya –upaya Pemprov Jateng dalam pencegahan banjir yakni meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai dan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian Pemerintah mengimbangi dengan memfasilitasi masyarakat untuk pengelolaan sampah.

Selanjutnya, perbaikan infrastruktur dengan melakukan normalisasi aliran sungai, melakukan pengecekan terhadap sungai-sungai yang ada,terkait dengan adanya sedimentasi, dan ini menjadi tanggung jawab PSDA Provinsi Jawa Tengah, dan juga pembuatan saluran air

“Berkoordinasi terhadap pemerintah kabupaten/kota dalam hal pembangunan tanggul raksasa untuk menghadapi rob yang saat ini sudah separuh jadi sehingga mampu mengurangi rob ketika terjadi banjir,” ucap dia.(evi/priyanto)

Berita Terkait

  • Masyarakat Perlu Membiasakan Penggunaan Aplikasi Perizinan

    PEMALANG – Komisi A DPRD Jateng memantau pelaksanaan Sistem Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pemalang, Selasa (2/3/2021). Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi A Mohammad Saleh beserta anggota diterima Kepala Dinas DPMPTSP Pemalang Khaeron di ruang rapat.

  • Sukirman Serap Aspirasi Warga Kedungwuni

    KAJEN – Wakil ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman menjalankan reses masa persidangan II Tahun 2020 dengan menggelar pertemuan masyarakat dan ulama di Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Rabu (12/8/2020).

  • MEDIA TRADISIONAL : Wayang Tetap Memikat Warga Banjarnegara

    BANJARNEGARA – Kesenian wayang kulit mendapatkan tempat tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Banjarnegara. Hal itu ditegaskan oleh anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Amin Makhsun dalam acara Media Tradisional dengan tema “Nguri Uri Kebudayaan Jawa Tengah Pagelaran  Wayang Kulit”, di Desa Pagak, Kecamatan Klampok, Sabtu (26/11/2022).

  • Turun 0,81%, Purbalingga Terus Lakukan Terobosan Penurunan Kemiskinan

    PURBALINGGA – Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Purbalingga guna mengetahui upaya pemerintah guna pengentasan warga dari kemiskinan, Senin (17/2/2025). Turut hadir juga dalam diskusi tersebut para perwakilan dari beberapa OPD di antaranya Dispermasdes, Disperkim, Dinas PU, Diskominfo, Disperindag, Dinsos, Biro Perekonomian, dan Biro Akbang, adapun dari Provinsi Jateng hadir Disperkim dan ESDM.

  • Komisi D Akan Tinjau Lokasi Pencemaran Udara di Meteseh Boja

    GEDUNG BERLIAN – Komisi D DPRD Jateng berencana akan meninjau Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kendal, yang menjadi lokasi dari dugaan pencemaran udara. Rencana tersebut diputuskan setelah Komisi D menerima aduan warga Meteseh dalam audiensi di ruang rapat Komisi D, Senin (31/10/2022).