SOSIALISASI NON-PERDA: Ekonomi Kreatif di Temanggung Perlu Didorong

WhatsApp Image 2022 07 09 at 09.41.17

BERI PAPARAN : Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko memberikan paparan di hadapan warga Desa Muntung mengenai pengembangan ekonomi kreatif.(foto: priyanto)

TEMANGGUNG – Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko mendorong pemerintah serta masyarakat di Temanggung untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif. Potensi yang dimiliki Temanggung sebenarnya cukup banyak terutama pada kuliner, kerajinan tangan, bahkan batik temanggungan.

Hal itu diungkapkannya di depan masyarakat Desa Muntung, Kecamatan Ngadirejo, Jumat (8/7/2022). Sebagai daerah yang pernah masuk wilayah eks karesidenan Kedu, bersama Magelang, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen, Temanggung sebenarnya bisa menjadi penopang daerah pengembangan ekonomi kreatif.

Di hadapan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo yang turut hadir pada acara itu, Heri berharap banyak peran pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif.  Sekarang ini pemetaan Kawasan pemngembangan ekonomi kreatif masih berpusat di eks karesidenan Surakarta, Kota Semarang, Kudus, Jepara, dan Pekalongan.

Dia melihat selama ini sebenarnya potensi Temanggung cukup baik. Beberapa jenis ekonomi kreatif yang banyak berkembang di Temanggung adalah kerajinan tangan, batik, dan kuliner. “Kuliner memang menjadi salah satu penopang ekraf di Temanggung. Ini dibuktikan dengan hadirnya beberapa industri permen dan pembuat makanan ringan,” terang dia.

Sementara Wabup Heri Ibnu Wibowo menyatakan, pemerintah telah menjembatani pelaku usaha ekonomi kreatif untuk berinteraksi langsung dengan bank konvensional. Pasalnya, dengan bertemunya pelaku usaha dengan perbankan, bank akan mengetahui potensi ekonomi kreatif di Temanggung.

“Para pelaku bisa mendapatkan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan bisnis model mereka. Di sisi lain, perbankan konvensional juga mengetahui kebutuhan model persyaratan pengajuan pembiayaan,” ujarnya.

Pemkab mengaku berupaya membuka dan memperluas akses pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mengajukan proposal pembiayaan sekaligus memberikan informasi pembiayaan perbankan konvensional yang bisa diakses untuk memperluas bisnis.(cahyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Rawan TBC, Salatiga Efektifkan Pelayanan

    SALATIGA – Penyebaran penyakit TBC di musim penghujan saat ini cukup cepat, khususnya di Kota Salatiga. Untuk itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng menemui Pemkot Salatiga membahas soal upaya penanggulangan penyakit menular tersebut.

  • Fraksi PKB Gelar FGD: Kesiapan Ponpes Hadapi New Normal

    GEDUNG BERLIAN – Fraksi PKB menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Kebijakan Pemprov Jateng dalam Pencegahan & Penanggulangan Covid-19 serta Kesiapan Ponpes dalam Menghadapi Era Adaptasi Baru (New Normal) di tengah Pandemi’. Acara itu digelar di hall Lantai 4 Gedung Berlian, Senin (4/1/2021), dengan menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman dan Gubernur Ganjar Pranowo.

  • UMKM Dituntut Memiliki Strategi Cari Peluang Pasar

    UNGARAN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah, dituntut memiliki strategi dan menyesuaikan diri di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko dalam acara “Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Bagi Masyarakat” yang diselenggarakan Kesbangpol Jateng di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (8/3/2022). Dalam kesempatan itu turut menjadi narasumber lain Dyah Kartika, Atik Solikha, Ida Nurul Farida.