Cilacap Minta Dukungan untuk Bangun MPP

20200317232632 IMG

BAHAS PERIZINAN : Komisi A bersama DPMPTSP Cilacap tengah membahas masalah perizinan.(foto: setyo herlambang)

CILACAP – Penggunaan sistem Online Single Submission (OSS) dalam pengajuan perizinan di Cilacap belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Akibatnya dalam perizinan kerap terabaikan dan berimbas pada penutupan usaha.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Komisi A DPRD Jawa Tengah dengan  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPMPTSP) Cilacap, Rabu (2/3/2022). Secara potensi, Cilacap dikenal mempunyai unggulan di sektor wisata, peternakan, perikanan, pertanian hingga industri tambang.

Kepala DPMPTSP Cilacap, Awaluddin Muuri menerangkan, pihaknya telah membuka posko pendaftaran OSS di beberapa lokasi kecamatan. Selain itu, harapannya ada dukungan dari pemerintah provinsi terkait pembangunan mal pelayanan publik (MPP) untuk mempermudah proses perizinan.

“Dengan dukungan tenaga ASN yang mumpuni, diharapkan masyarakat bisa secara luas mendapatkan akses secara mudah terkait izin usaha yang diajukan. Kami ingin pembangunan MPP di Cilacap bisa segera terwujud sehingga proses semua perizinan bisa secara mudah dikelola,” tanggap dia.

Ketua Komisi A Muhammad Saleh menjelaskan, sebenarnya OSS merupakan sebuah sistem aplikasi untuk pendataan yang lengkap terkait izin usaha dan membantu proses legalitas usaha. Namun, karena OSS baru saja diluncurkan maka diperlukan pendampingan dari dinas terkait supaya pengajuan perizinan bisa mudah diaplikasikan.

“Semua sektor usaha baik industri mikro, pertanian, perikanan, perkebunan hingga pertambangan bisa terdata secara sah. Perlu pendampingan bagi masyarakat terutama di pedesaan agar nanti saat berjalannya usaha tidak terganjal masalah perizinan,” terang politikus asal Golkar.

Anggota Komisi A, Agus Prasetyo menyoroti mengenai perizinan sektor kelautan. Mengingat Cilacap juga sebagai kota bahari, DPMPTSP setempat juga bisa fokus mempermudah perizinan bagi nelayan. Harapannya, para nelayan tidak terkendala masalah izin berlayar agar tidak berisiko tertangkap petugas Dinas Kelautan Perikanan (DKP) maupun Patroli Polisi Air. Perairan di Cilacap sangat ketat pengawasan terlebih dekat dengan fasilitas Lapas Khusus Nusakambangan.

“Nelayan yang berada di Kabupaten Cilacap, seringkali terkendala izin melaut karena masalah perizinan yang rumit sehingga banyak yang terkena dan tertangkap oleh petugas patroli Polairud. Harapannya, perizinan lewat petugas dinas terkait masuk ke beberapa desa akan sangat membantu mereka dalam usaha di bidang perikanan” jelas legislator asal Nasdem. (tyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Produksi Padi & Bawang Merah Jadi Kunci Tekan Stunting di Brebes

    BREBES – Pemerintah Provinsi Jateng terus memperkuat posisinya sebagai penopang pangan nasional. Dalam kunjungan kerja ke Kantor Bupati Brebes, Selasa (27/1/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng menegaskan bahwa Kabupaten Brebes memegang peranan krusial dalam peta ketahanan pangan sekaligus strategi pengentasan persoalan sosial seperti stunting dan kemiskinan.

  • Tanaman Hias Layak Jadi Produk Ekspor Unggulan

    KARANGANYAR – Daerah Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, selain menawarkan pesona alamnya, ada komoditas lain yang gencar digarap petani lokal yaitu produksi tanaman hias. Terutama di area dekat situs Menggung di Desa Nglurah, banyak tanaman hias, baik anggrek. aglaonema maupun Sri Rejeki punya potensi ekspor, karena kualitasnya unggulan. 

  • Pemberdayaan Jadi Penguatan Isi Raperda Ormas

    SURAKARTA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jateng menggali masukan dari kabupaten/kota terkait penguatan draf Raperda Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Surakarta, Senin (13/12/2021). Dalam Acara itu turut dilakukan diskusi grup terbatas atau focus group discussion dengan dibagi menjadi empat kelompok. Anggota Bapemperda berdiskusi langsung dengan perwakilan dari Badan Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) dari kabupaten/kota.

  • Setwan Jateng Berkunjung ke Setjen MPR RI

    JAKARTA – Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng berkunjung ke Sekretariat Jendral Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Rabu (20/7/2022). Pihak Sekretariat DPRD Jateng dipimpin Plt Kepala Bagian (Kabag) Humas Lamidin didampingi Sub Koordinator Informasi dan dokumentasi Humas Ayu Utaminigtyas diterima oleh Kepala Sekretariat Badan Sosialiasi Rahdes Rahardian dan Kasubbag Program dan Kerja Sama Yohanes Hendrasto.