Urusan Adminduk di Tegal Terapkan Inovasi Digital

Screenshot 20210920

BAHAS ADMINDUK. Komisi A DPRD Provinsi Jateng diskusi soal adminduk bersama jajaran Disdukcapil Kota Tegal, Senin (20/9/2021). (foto dewi kembangarum)

TEGAL – Inovasi digital kependudukan terus dikembangkan Pemkot Tegal dengan pelbagai fitur dalam aplikasi yang disajikan. Dengan fitur itu, warga tinggal meng-klik dan data langsung masuk sekaligus tercetak.

Inovasi tersebut menarik minat Komisi A DPRD Provinsi Jateng, saat memantau urusan administrasi kependudukan (adminduk) di Disdukcapil Kota Tegal, Senin (20/9/2021). Saat berdiskusi dengan jajaran disdukcapil setempat, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Muhammad Saleh mengapresiasi kebijakan mentransformasi informasi digital guna menjadi sebuah kebutuhan dan kemudahan bagi Warga Kota Tegal.

“Mau KTP anak, akta kematian sampai layanan kependudukan tinggal klik saja sudah terintegrasi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Disdukcapil Kota Tegal Basuki menjelaskan pihaknya terus berinovasi dalam hal pelayanan kependudukan. Saat pandemi Covid-19, pihaknya tidak risau dengan pelayanan karena masyarakat tidak perlu datang ke kantor dan cukup mengakses maupun menginput data dari rumah.

“Contoh saat legalisasi kependudukan, warga duduk di rumah saja. Dokumen sudah jadi, kita kirim ke rumah warga. Termasuk, antar surat kelahiran dengan menggunakan jasa ojek online (ojol),” kata Basuki.

Sekarang ini pula, bagi warga yang sudah masuk usia untuk ber-KTP, pihaknya tidak segan-segan mendatangi sekolah. Bahkan, guna menunjang keterjangkauan pelayanan KTP, pihaknya melakukan jemput bola sampai masuk ke gang-gang atau perkampungan dengan kendaraan roda tiga. 

Dengan tujuan, warga yang tidak bisa mengurus kartu kependudukan bisa segera terlayani. Tidak hanya itu, untuk pelayanan kelahiran ada laskar ‘denbaguse’ kepanjangan dari Layanan Langsung Kelar dengan Bagus, Gesit, dan Sinergis.

“Kelahiran di 37 fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) langsung diinput data jaringan lokal selama 15 menit, lalu diverifikasi, TTE PPS serta out put dokumen dalam bentuk 3 dokumen yakni kartu keluarga, akta, kartu indentitas anak (KIA). Setelah dokumen tersebut cetak, maka langsung kepada masyarakat diantar oleh Si Tarsan,” paparnya.

Dengan inovasi tersebut, ia berharap Kota Tegal bisa segera menjadi Smart City. “Kami berharap hal itu bisa tercapai sesuai harapan dari walikota,” tambahnya. (dewi/ariel)

Info Lainnya

  • Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng Siap Layani Rute Gelangmanggung

    MUNGKID – Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung) rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.