LIHAT TERMINAL: Jajaran Komisi D berkunjung ke Terminal Tanjung, Brebes guna melihat kelengkapan sarana dan prasarana terminal.(foto: ervan ramayudha)
BREBES – Komisi D DPRD Jateng malakukan kunjungan kerja ke Terminal Tipe B Tanjung di Brebes, Senin (17/10/2022). Sekretaris Komisi D Chamim Irfani dan rombongan diterima Kepala BPSPP Wil VI Pekalongan Lambang Kurniawan berserta jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut Lambang Kurniawan menjelaskan, Terminal Tanjung dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Terminal yang berada di Jalan Cendrawasih No. 270, Desa Tanjung itu telah dilengkapi jalur keberangkatan/kedatangan, tempat parkir kendaraan, tempat tunggu penumpang serta fasilitas umum lainnya seperti toilet, mushala, kios/kantin, ruang informasi dan pengaduan serta telah disediakannya pula ruang laktasi.
Terminal Tanjung melayani jurusan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) Tegal-Brebes-Losari dan Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) Tegal-Brebes-Jakarta. Untuk jam oprasionalng dari pukul 07.00 – 12.00 dan 18.00 – 23.59 WIB. Sedangkan 22 kios yang ada di terminal telah terisi penuh.

Saat ini hal-hal yang perlu diperhatikan seperti penambahan jumlah pegawai karena di sini hanya ada sembilan pegawai terdiri atas dua PNS dan pegawai non-PNS. Penambahan teknologi pembayaran retribusi yang berbasis cashless, penambahan kendaraan oprasional petugas, pembangunan pos pengawasan, penambahan perlengkapan jalan, penambahan fasilitas penyandang cacat. Untuk capaian target pendapatan terpenuhi, mendapatkan bantuan kursi roda dari Bank Jateng Cabang Brebes dalam rangka memenuhi hak disabilitas.
Di akhir pertemuan Chamim Irfani menambahkan, Kunjungan kerja Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja kali ini guna melaksanakan monitoring pelaksanaan hasil peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum di Terminal Tipe B Brebes.
“Kami pastikan bersama semuanya dapat berfungsi dengan baik dan ada beberapa kios yang dibangun yang disewa oleh agen bus sehingga bus antarprovinsi bisa masuk di Terminal Tipe B Tanjung baik menurunkan penumpang maupun menjemput penumpang agar dapat menggerakkan perekonomian yang ada di sekitar terminal. Harapannya selain bus antarprovinsi yang masuk ke terminal ini, busantar kabupaten juga dapat masuk dan berhenti di terminal ini agar semakin ramai dan roda ekonomi masyarakat dapat lebih bergerak lagi dan meningkat,” ungkapnya.(ervan/priyanto)








