MEDIA TRADISIONAL: Kesenian Kuda Lumping Ada di Setiap Kecamatan

WhatsApp Image 2022 10 17 at 20.29.03

KESENIAN RAKYAT: Sejumlah narasumber membahas kesenian rakyat kuda lumping yang ada di Kabupaten Semarang.(foto: dewi sekar)

UNGARAN – Kesenian kuda lumping atau biasa dikenal dengan jaran eblek (ada yang menyebut jatilan) banyak muncul di Kabupaten Semarang. Hampir di semua kecamatan, memiliki kelompok kesenian kuda lumping. Seperti diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Semarang The Hok Hiong, terbukti dari pemberian hibah untuk kelompok kesenian yang jumlahnya mencapai 10 ribuan, 60 persennya adalah kelompok kesenian kuda lumping.

“Menurut saya, kesenian kuda lumping ini sudah tumbuh subur, merata hampir di setiap kecamatan. Saya pun tidak khawatir kesenian ini bakal hilang,” ucapnya saat mengisi program Media Tradisional Nguri-uri Budaya Khas Kabupaten Semarang di objek wisata Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, Minggu (16/10/2022).

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berinisiatif untuk melestarikan dengan tidak hanya nguri-uri tapi juga nguripi kesenian yang berkembang di Kabupaten Semarang tersebut.

Bagi Hok Hiong, kesenian yang tumbuh secara turun temurun harus dilestarikan. Generasi sekarang masih bisa memberi sebuah kesenian yang luhur kepada anak cucu. Oleh karena itulah dia mengimbau kepada pemerintah dan semua warga untuk selalu menjaga kesenian ini.  

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dan Sekretariat DPRD Jateng yang turut melestarikan kesenian kuda lumping di Kabupaten Semarang. Mengingat seni kuda lumping merupakan peninggalan budaya leluhur yang berkembang di masyarakat turun-temurun sejak masa lampau.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Sukaton Purtomo Priyatmo sepakat dengan pernyataan tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sangat mendukung upaya pelesetarian budaya. Bahkan sejumlah sekolah pun ada yang memiliki kelompok kesenian kuda lumping.

“Kami di pemerintah secara prinsip mendukung upaya pelestarian kesenian. Kami selalu meminta kepala sekolah untuk memiliki sebuah kegiatan siswa yang bercorak kesenian daerah. Dengan demikian pengenalan kesenian rakyat bisa dikenal oleh siswa,” ucapnya.(cahyo/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam